Gebyar Auto-ID Vol 59 Indoor Location System with Passive RFID Tag

Download: Gebyar Auto-ID Vol 59 Indoor Location System with Passive RFID Tag

Editorial
Para Pembaca Yang terhormat,

Salam sejahtera, Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas ijin NYA buletin Vol 59 ini bisa kembali terbit pada Bulan Juni 2022 dan semoga dengan meredanya Covid-19 menjadi awal yang baik untuk perkembangan dunia usaha atau industri kita.
Perusahaan ingin memperoleh produktivitas, efisiensi serta visibilitas atas setiap aspek operasional di area warehouse mereka, termasuk pergerakan aset, lokasi dan status pemrosesan yang secara Real-Time dan akurat di line produksinya. Dengan meningkatnya kecepatan perpindahan dan banyaknya barang atau obyek utama (seperti barang, asset, dan orang) yang selalu berubah informasinya seiring dengan perubahan data lokasi dan status pada setiap transaksi, maka dibutuhkan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pada tulisan topik kali ini kami akan menjelaskan bagaimana konsep dari ILC (Indoor Location System) dengan menggunakan pasif RFID Tag.
Dengan menerapkan teknologi ILS perusahaan dapat melakukan kontrol otomatis dan teknologi sistem informasi ini dapat diterapkan pada sektor Cross Industry, Supply Chain, Manufaktur, Retail, Warehouse dan E-Commerce. Dengan sistem ILS ini perusahaan akan mampu meningkatkan Productivity, Traceability (Montoring Inventaris), Excess Stock (Kondisi Stok), Life Cycle Monitoring, Competitive Advantage, Logistic dan Manajemen Warehouse.
Disamping topik utama yang kita bahas ada pula rubrik-rubrik menarik lainnya seperti tips dan info, update info produk terbaru, yang dapat bermanfaat untuk para pembaca semua.
Akhir kata, saya mewakili tim buletin ACS mengucapkan selamat membaca dan mengambil manfaatnya. Salam sehat selalu.

Regards,
Ari Prasetia
Technology Services – Engineer
PT. Autojaya Idetech
PT. Solusi Periferal


INDOOR LOCATION SYSTEM WITH PASSIVE RFID TAG
by Ari Prasetia, Technology Services – Engineer ACS Group

Saat ini, teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Adanya pandemi Covid-19 telah mendorong akselerasi adopsi teknologi digital pada berbagai lini aktivitas masyarakat termasuk aktivitas industri.
Perekonomian suatu negara berkaitan erat dengan hasil manufakturnya. Menurut World Trade Organization, 80% aktivitas perdagangan global antar semua wilayah diklasifikasikan sebagai barang manufaktur, dibandingkan dengan 20% yang diklasifikasikan sebagai layanan. Tak mengherankan jika negara-negara di seluruh dunia masuk dalam arena persaingan yang kompetitif untuk menjadi pusat manufaktur berikutnya. Banyak negara di Asia Pasifik merupakan pesaing yang kuat.
Meskipun negara-negara di Asia Pasifik ini tengah berada dalam tahap transformasi yang berbeda, namun semua negara tersebut mengincar adopsi teknologi untuk meningkatkan sektor manufaktur mereka.
Salah satu wawasan utama dari penelitian tersebut adalah munculnya Industri 4.0 di kawasan Asia Pasifik. Hal ini mengacu pada pengembangan pabrik-pabrik pintar yang memberikan para produsen visibilitas yang dapat ditindaklanjuti atas operasi mereka di setiap tahap.
Selain itu, peningkatan visibilitas operasional akan memungkinkan para produsen untuk memastikan bahwa setiap karyawan mereka bertanggungjawab dan mengoptimalisasi produktivitas mereka di lingkungan pabrik. Dengan teknologi pintar, pabrik-pabrik pintar dapat memastikan bahwa proses perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi terpenuhi di sepanjang siklus manufaktur. Pada akhirnya, pabrik pintar juga mendapat keuntungan dari peningkatan keamanan dan keselamatan. Untuk mencapai hal tersebut, para karyawan dan lingkungan pabrik dilengkapi dengan berbagai teknologi seperti teknologi wearable, konektivitas Internet of Things (IoT), solusi-solusi Radio-Frequency Identification (RFID) dan Real-time Locationing Systems (RTLS) guna memperoleh visibilitas atas setiap aspek operasional mereka, termasuk barang, aset, dan proses.
ILS (Indoor Location System) merupakan penyederhanaan dari RTLS yang cakupanya cukup luas dan system ILS ini disesuaikan dengan kebutuhan dari operasional/business process yang terjadi di lapangan
Di pabrik-pabrik masa kini yang luas dan sibuk, melakukan segala hal secara manual dapat menjadi sesuatu yang menakutkan, serta sangat lambat, tidak efisien, dan rentan kesalahan. Semakin banyak pekerja pabrik mendelegasikan tugas-tugas mereka ke pembantu teknologi. Saat ini pabrik mempersenjatai para pekerja mereka dengan teknologi mobile seperti komputer, printer, dan scanner. Perangkat-perangkat mobile ini dapat membantu para pekerja dalam memperoleh dan merekam informasi, serta menghasilkan dan memberi label produk.
RFID, yang hampir mirip teknologi barcode dan merupakan building block IoT, juga memainkan peran penting dalam menghubungkan pabrik dari titik ke titik, sudut ke sudut, dengan memberikan “suara digital” ke setiap barang dan memungkinkan setiap barang tersebut “terdengar” sehingga dapat terlacak secara real time.  RFID Tag atau yang disebut juga transponder dapat menyimpan lebih banyak informasi dibandingkan tag yang tercetak secara tradisional pada palet, diantaranya informasi tentang petunjuk kerja terperinci, bill of material (daftar kebutuhan material), dan nomor pelacakan, yang membantu para pekerja memindahkan barang dengan lebih baik melalui jalur produksi. Saat ini, RFID digunakan untuk memperbaiki ketepatan pemesanan dan penelusuran barang.
ILS juga semakin populer di kalangan produsen. Di masa lalu, para produsen hanya melacak produk mereka pada tahap proses barang masuk dan barang keluar saja sehingga sangat sulit untuk secara akurat menemukan sumber masalah kualitas jika hal tersebut terjadi. Cara ini berkontribusi pada pengeluaran yang tidak perlu untuk memperbaiki masalah ini sendiri. ILS hadir untuk mengatasinya dengan memberikan solusi bagi proses produksi yang biasanya tak terjangkau dan tidak jelas, serta memantau permasalahan kualitas.

Kemampuan tersebut bukanlah satu-satunya keunggulan ILS. Para produsen juga dapat menerapkan ILS untuk mengumpulkan data-data penting tentang aset termasuk lokasi, tahap, dan kondisi, yang merupakan informasi yang dapat ditindaklanjuti bagi para manajer pabrik guna mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Data-data ini juga dapat dikirim dengan cepat ke para pemasok baik internal maupun eksternal sehingga mereka dapat merespons permintaan penambahan stok atau lonjakan permintaan dengan cepat.

Pemanfaatan Teknologi pada Indoor Location System (ILS)
ILS dapat diartikan sebagai solusi untuk mendeteksi lokasi barang asset/item atau orang secara cepat dan akurat. ILS bukanlah jenis sistem atau teknologi tertentu, tetapi lebih merupakan tujuan yang dapat dicapai dengan berbagai sistem untuk mencari dan mengelola aset. Aspek penting dari ILS adalah waktu saat aset dilacak, dan data ini dapat digunakan dengan berbagai cara bergantung pada aplikasinya. Misalnya, beberapa aplikasi hanya memerlukan stempel waktu saat aset melewati suatu area, sementara aplikasi ILS lainnya memerlukan visibilitas yang jauh lebih terperinci, dan mengharuskan data waktu tersebut diperbarui terus-menerus. ILS yang ideal dapat secara akurat menemukan, melacak, dan mengelola aset, inventaris, atau orang, dan bantuan perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan data lokasi yang dikumpulkan.
Untuk itu, kita membutuhkan sebuah system yang dapat mengurangi keterlibatan sumber daya manusia untuk merekam dan membaca secara manual proses identifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sistem teknologi baru diperlukan sebagai solusi yaitu dengan Sistem Lokasi Real-Time atau ILS dengan memanfaatkan RFID tag pasif.
Kami menawarkan solusi ILS ini yang akan membantu dalam menemukan barang atau asset tanpa perlu kontak fisik sehingga dapat secara otomatis diawasi berdasarkan titik pemeriksaan.
Dengan teknologi ILS ini, pengguna dapat memantau pergerakan aset, lokasi, dan status pemrosesan secara Real-Time dengan investasi yang relatif rendah.

Komponen untuk penerapan Solusi ILS
Dalam implementasi ILS dengan teknologi RFID, ada beberapa komponen pendukung yaitu:
RFID Tag Pasif.
RFID tag yang merupakan tag tanpa memiliki sumber daya internal.
Dengan antenna dan IC, RFID reader akan mengirimkan gelombang radio yang dapat mentriger daya pada IC tag ketika tag berada dalam zona baca dari RFID reader.
RFID Tag ini ditempelkan pada barang sebagai Check-point jadi pergerakannya bisa dilacak atau dikelola.
RFID Tag Pasif:

Fixed RFID Reader.
Antena RFID yang terpasang bersama RFID reader yang dipasang pada forklift akan membaca RFID Tag Pasif yang ada/tertempel pada palet.
Unit Fixed RFID Reader:

FX9600

FX7500

Antena RFID
Akan membaca dan mengirimkan sinyal posisi RFID Grid untuk mengidentifikasi posisi.
Unit Antena RFID:

AN480

AN720 AN440

Vehicle Mount Computer (VC)
Vehicle computer akan dipasang di kendaraan forklift yang berfungsi untuk menerima perintah kerja apa saja yang harus ditindaklanjuti oleh operator forklift dengan cakupan pembacaan tag.
Unit Vehicle Mount Computer:

VC8300/VC80X

Infrastruktur Jaringan atau Wireless Access Point.
Sebagai unit yang berfungsi untuk mengirim informasi dari tag atau objek utama kepada pembaca melalui Sistem Aplikasi ILS.

Sistem Aplikasi ILS
Berguna untuk mengelola, menganalisis, dan memproses semua data yang diterima dari berbagai posisi tag.

Proses Penerapan ILS dengan RFID Tag Pasif
Sejumlah RFID Tag Pasif dipasang pada langit-langit gudang atau warehouse dengan konfigurasi menyerupai grid.
Setiap RFID Tag Pasif ini berfungsi sebagai check-point area untuk mengidentifikasi dimana letak asset atau barang yang berpindah-pindah
Registrasi RFID Tag
Hal pertama yang dilakukan ialah meregistrasi semua RFID Tag Pasif, baik itu RFID Tag untuk informasi pergerakan forklift grid dan RFID Tag untuk ID palet.
Nama pada Tag dapat diganti atau digunakan berkali-kali sesuai dengan kebutuhan.

Proses Inbound
Forklift yang sudah dilengkapi RFID reader saat memasuki warehouse akan melewati pintu atau terbaca masuk sebagai check-point sambil membawa aset atau barang untuk memulai proses oprasional.

Operator forklift akan memulai pekerjaanya untuk memasukkan aset atau barang yang sesuai dengan perintah yang tertera pada Vehicle Computer, kemudian meletakannya sesuai dengan raknya dan secara otomatis semua data tag akan terbaca oleh reader kemudian akan terkirim melalui wireless Access Point.

Proses Putaway
Operator forklift akan memindahkan aset atau barang sesuai petunjuk yang tertera pada monitor Vehicle Computer.
Barang-barang yang sudah dilengkapi dengan RFID tag tersebut akan dipindahkan dari grid yang berada di check-point 1 ke rak yang berada di check point 4

Dashboard Mapping
Manager gudang secara online dapat memantau posisi RFID Tag pada barang dengan mengacu pada grid RFID Tag Pasif yang sama-sama akan mengirimkan sinyal melalui antenna ke aplikasi ILS secara real time.
Pergerakan forklift ketika membawa aset atau barang akan terbaca saat menjauhi check-point 1 dan mendekati check-point 4 yang dituju sehingga posisi barang dapat diketahuinya

Manfaat yang didapat dengan menggunakan ILS dengan RFID Tag Pasif
Productivity – Peningkatan kegiatan operasional dengan proses yang lebih efisien dalam monitoring dan management aset atau barang.
Traceability – Memonitoring inventaris, forklift, peralatan, pekerja dan pergerakan aset secara real time.
Excess Stock – Mengetahui jumlah aset atau barang yang ready, kosong, cukup, kurang atau lebih.
Life Cycle Monitoring – Masa kerja dari inventaris, RFID Reader, Antena, Forklift, peralatan dapat di review performa kerjanya, termasuk kapan dilakukan maintenance.
Competitive Advantage – Operasional yang lebih efisien, pengurangan biaya, pengambilan keputusan yang lebih baik.

Solusi ILS pasif tag RFID ini sangat cocok untuk:
Cross Industry
Supply Chain
Industri Produksi
Retail
E-Commerce


Joint Event HITA Jawa Barat
REUNION
ReConnect – ReNew – ReLive
Pada hari Sabtu, 26 Februari 2022 Hotel Information Technology Association (HITA) Chapter Jawa Barat kembali menyelenggarakan event dengan tema Re-Connect – Re-New – ReLive secara offline bertempat di 5G Resort Cijeruk-Bogor. Acara yang dihadiri hampir 100 orang peserta ini, terdiri dari para Praktisi IT Jawa Barat, DKI jakarta dan juga dari Bali serta Lombok, dan dibuka oleh Ketua Chairman HITA-ID Bapak Andy Aries.
Ada 14 Partner yang turut berpartisipasi di event ini, dimana ACS Group bersama HP-ARUBA serta PT. Sistech Kharisma menjadi Silver Sponsor. Disamping itu Suprianto Kusman, sebagai Branch Manager ACS Group pada kesempatan ini menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini dengan Slogan ACS Group “ACS Airlines Together at The TOP” mengharapkan kita semua bisa terbang bersama-sama dan menuju puncak bersama-sama setelah melewati berbagai macam tantangan salah satunya yaitu dampak Pandemi ini. Saling mendukung antara partner dan team HITA salah satunya dengan penggunaan “Ruang Digital” serta adanya perubahan dari ekonomi fisik menjadi ekonomi digital, hal ini pastinya membutuhkan “Infrastruktur Digital” yang aman, cepat, stabil dan konsisten.
Sebagai salah satu perusahaan Solution Provider ACS Group (Indonesia’s Trusted Professional IT Solution), Kami berkomitmen siap membantu kebutuhan dalam hal Pengembangan digitalisasi perusahaan anggota HITA, terutama pada Segmen Teknologi Infrastruktur Wireless. Aruba adalah solusi yang tepat dimana semua yang dibutuhkan sudah ada di dalam satu platform Aruba, dengan teknologi Wifi 6E user akan mendapatkan throughput yang lebih besar di dalam kondisi high density karena support 3 radio band termasuk yang terbaru frekwensi 6GHz Band.
ACS Group selalu berusaha memberikan solusi serta support atau after sales yang terbaik untuk perkembangan IT di Indonesia pada umumnya serta hospitality pada khususnya.


Joint Event HITA Jawa Tengah
DIGITALIZE INNOVATION
IN THE PANDEMIC ERA
National Gathering
Sabtu, 5 Maret 2022 bertempat di Hotel Horison Nindya Semarang, Asosiasi Hotel Information Technology atau HITA Jateng menyelenggarakan acara National Gathering dengan tema “Digitalize Innovation In The Pandemic Era”. Acara tersebut tepat dimulai pukul 09:00 WIB dan dibuka oleh The Chairman HITA Jateng yaitu Mohamad Nurdin. Peserta National Gathering HITA Jateng ini tidak saja dihadiri anggota dari Jawa Tengah tetapi juga perwakilan Jawa Timur, Jawa Barat, Bali dan daerah sekitarnya.
Dalam acara tersebut ACS Group bersama HPE-Aruba dan PT Sistech Kharisma menjadi salah satu sponsor utamanya. Dalam sambutannya Adrian Dewantoro selaku Branch Manager dari ACS Group cabang Semarang menyampaikan bahwa ACS Group adalah partner HPE-Aruba yang sudah banyak dan berhasil melakukan instalasi produk-produk HPE-Aruba di beberapa major customer di Indonesia, serta memperkenalkan teknologi WiFi 6 yang sudah diimplementasikan di perangkat Aruba Instant On.
Belum habis antusiasme peserta mendengarkan paparan tentang WiFi 6 dan pengalaman instalasi Aruba dari Adrian Dewantoro, Ihdi Arwan selaku Professional Services Supervisor untuk ACS Group cabang Semarang juga ikut menyampaikan beberapa “Key Benefit” HPE-Aruba. Dalam presentasinya beliau menyampaikan selain produk Aruba Instant On yang sudah bersertifikasi “WiFi 6” Aruba Instant On juga memberikan solusi dengan kemudahan memanage Access Point lewat cloud tanpa adanya controller on premise, cukup dengan install aplikasi di HP atau PC Desktop/Laptop dan tidak ada license yang harus kita bayar tiap tahun-nya. Salah satu fitur andalan seperti “smart mesh” juga membantu kita jika ada kebutuhan expands network sehingga mendapatkan signal WiFi yang dapat diandalkan di tiap-tiap sudut ruangan. Di akhir presentasi kalimat menarik yang disampaikan beliau adalah “Higher performance, Low latency, advanced security & higher WiFi speed adalah keuntungan yang didapat ketika menggunakan Aruba Instant on”.


Joint Event HITA Jawa Timur
Buka Puasa Bersama
“EACH OF US” is part of the solution
Bertempat di Hotel Royal Tulip Darmo Surabaya, Asosiasi Hotel Information Technology atau biasa disebut HITA, kali ini HITA JATIM mengadakan acara Buka Puasa Bersama dengan tema “Each of Us” Each of us is part of Solution. Acara tersebut dilaksanakan secara Hybrid (Onsite & Online Live) dan untuk peserta Online yang bergabung secara Live yaitu dari kota Malang bertempat di Hotel Grand Mercure Mirama dan Banyuwangi di Hotel Santika. Kata sambutan disampaikan oleh Ketua HITA JATIM yaitu Bapak Muharom Rusdiana, beliau memberikan apresiasi kepada semua partner dan vendor yang sudah turut berpatisipasi di acara tersebut terlebih dalam kondisi pandemi yang belum usai saat ini dan beliau berharap tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.
Dalam acara yang diselenggarakan pada tanggal 23 April 2022 tersebut ACS Group bersama HPE-Aruba (dihadiri Bapak Stephen Widjaja & Bapak Dicky) dan PT Sistech Kharisma (dihadiri Bapak M. Afiful Hashif) menjadi salah satu sponsor utama. Dalam kesempatan ini ACS Group bersama team sponsor yang diwakili oleh Boedijanto selaku Branch Manager ACS Group cabang Surabaya memperkenalkan ACSGROUP sebagai Preferred Vendor HPE-Aruba yang sudah banyak dan berhasil melakukan instalasi produk-produk HPE-Aruba di beberapa major customer di Indonesia. Kemudian dilanjutkan presentasi dari Dicky Septiharto – PreSales memperkenalkan produk-produk Aruba terbaru yang sudah mengadopsi teknologi WiFi 6 dan siap dipasarkan di Indonesia. Beliau juga memaparkan tentang kelebihan fitur-fitur Aruba Wifi 6. Disampaikan juga bahwa selain produk Aruba Instant On yang sudah bersertifikasi “WiFi 6”, Aruba Instant On juga memberikan solusi dengan kemudahan dalam me-manage Access Point lewat cloud tanpa adanya controller on premise, cukup dengan install aplikasi di HP atau PC Desktop/Laptop dan tidak ada license yang harus kita bayar tiap tahun-nya.


Alibaba Cloud
Container Service for Kubernetes (ACK)
Industri : Semua industri.
Mengakomodasi trend pembangunan aplikasi-aplikasi jaman now yang beranjak dari monolithic ke microservice, Alibaba Cloud Container Service for Kubernetes (ACK) adalah sebuah tool efisiensi bersertifikasi untuk deployment aplikasi yang terkemas dalam container, dikhususkan untuk platform cloud. Kubernetes ini sendiri adalah sebuah orkestrator yang dapat menggabungkan berbagai teknologi dengan runtime platform cloud untuk bekerjasama, dimana akan ada “penjahitan” dari berbagai nodes (server), menciptakan platform yang flat untuk berjalannya container dengan baik.
ACK memungkinkan fitur autoscaling dalam menyesuaikan kebutuhan resources yang dibutuhkan. Fitur yang bisa didapatkan dengan ACK, antara lain:
Automasi DevOps dari update code ke code builds, image builds, dan deployment aplikasi
Lingkungan arsitektur yang konsisten.
Feedback berkesinambungan setiap kali dilakukan integrasi baru dan delivery.
Terdapat tiga jenis cluster ACK yang dapat dipilih dan bergantung pada solusi yang diperlukan. Untuk migrasi workloads, services, dan data on-premises ke cloud dapat menggunakan Dedicated Kubernetes dimana master node serta worker nodes-nya perlu creation manual.
Sedangkan untuk kebutuhan pengembangan website dan aplikasi yang dihosting di internet akan lebih optimal memanfaatkan Managed Kubernetes dimana hanya worker nodes saja yang perlu dikelola sedangkan master nodes dapat dikelola dengan ACK.
Cluster jenis ketiga, dimana aplikasi langsung dapat di-launch tanpa membuat atau mengelola node apa pun, yakni ASK (Serverless Kubernetes) dapat dimanfaatkan untuk batch tasks, kebutuhan scale-out yang tiba-tiba, dan CI/CD tests dengan fiturnya dimana tidak perlu master nodes dan worker nodes. Dengan ASK, sistem akan melakukan setup spesifikasi ECS (Elastic Compute Service) secara otomatis merujuk pada resources yang dibutuhkan.

HPE Aruba
ARUBA EDGECONNECT SD-WAN EDGE PLATFORM
Industri : Semua industri.
Platform SD-WAN edge dari HPE-Aruba setelah akuisisi dari Silver Peak yakni Aruba EdgeConnect memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya dan kerumitan dalam membangun jaringan WAN dengan memanfaatkan koneksi broadband guna menghubungkan para pengguna ke aplikasi yang telah bermigrasi ke lingkungan cloud dengan menambah atau mengganti jaringan MPLS(Multi-protocol Label Switching) saat ini.
Tiga komponen platform SD-WAN edge Aruba EdgeConnect terdiri dari:
Aruba EdgeConnect, tersedia dalam bentuk perangkat fisik SD-WAN atau virtual (baik pada hypervisor dan di public cloud) yang ditempatkan di kantor cabang untuk menciptakan overlay jaringan virtual yang aman. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk berpindah ke broadband WAN dengan kecepatan yang dapat ditentukan, per-site, atau melalui pendekatan hybrid WAN yang memanfaatkan MPLS dan konektivitas internet broadband.
Aruba Orchestrator, yang memberikan tingkat visibilitas baik terhadap aplikasi legacy dan aplikasi cloud dengan kemampuan unik dalam menetapkan kebijakan secara terpusat berdasarkan tujuan bisnis dalam mengamankan dan mengontrol semua lalu lintas WAN. Dengan adanya otomasi kebijakan akan mempercepat dan menyederhanakan deployment terhadap banyak kantor cabang dan memungkinkan kebijakan yang konsisten di seluruh aplikasi.
Aruba Boost merupakan WAN Optimization yang menggabungkan teknologi pengoptimalan WAN Aruba dengan Aruba EdgeConnect untuk membuat satu platform WAN edge yang terpadu. Aruba Boost memungkinkan perusahaan untuk mempercepat kinerja aplikasi yang sensitif terhadap latensi dan meminimalkan pengulangan transmisi data di seluruh WAN dalam satu platform SD-WAN edge yang terpadu.

Fortinet
FortiGate Rugged Series
Industri : Semua industri.
FortiGate Rugged Series adalah perangkat keamanan siber dari Fortinet yang dapat digunakan pada lingkungan yang menantang (industrially-hardened). Merupakan perangkat all-in-one untuk keamanan yang memberikan perlindungan terhadap ancaman pada jaringan ataupun serangan terhadap jaringan industri. FortiGate Rugged Series juga sudah mendapatkan Industry Certifications seperti IEC 61850-3 dan IEEE 1613 Emission Compliant.

Ruggedized Design
Fanless dan penggunaan komponen yang kuat memastikan pengoperasian perangkat FortiGate yang handal di lingkungan industri yang menantang.

SD-WAN Capable
Mendukung konektivitas yang andal dengan biaya lebih rendah dan telah mendukung teknologi SD-WAN.

Consolidated Security Architecture
FortiGate dengan sistem operasi FortiOS memberikan keamanan proteksi yang sangat baik dan biaya rendah.
FortiGuard industrial memberikan layanan keamanan yang memastikan critical-network mendapatkan proteksi secara real-time.

Ease of Management
Dengan sistem manajemen yang baik memungkinkan deployment yang cepat dan mudah, pemantauan terhadap perangkat dan ancaman pada jaringan serta memberikan laporan untuk ditindak lanjuti.

FortiGate Rugged 30D
Perangkat FortiGate Rugged 30D merupakan perangkat rugged dengan support mounting DIN
Interface:
1x USB Port
4x GE RJ45 Ports
2x GE SFP Slots
2x DB9 Serial Port/Console
System Performance:
IPv4 Firewall Throughput mencapai 550 Mbps.
IPS throughput mencapai 180 Mbps
NGFW throughput mencapai 45 Mbps
Threat protection throughput mencapai 16 Mbps

FortiGate Rugged 35D
Perangkat FortiGate Rugged 35D sudah mendukung IP67 rating yang cocok untuk lingkungan outdoor.
Interface: 3x GE RJ45 Ports
System Performance:
IPv4 Firewall Throughput mencapai 550 Mbps.
IPS throughput mencapai 210 Mbps
NGFW throughput mencapai 65 Mbps
Threat protection throughput mencapai 16 Mbps

FortiGate Rugged 60F
Perangkat FortiGate Rugged 60F dengan security processor SPU SoC4-powered yang terbaru sehingga dapat digunakan pada lingkungan yang rugged dan harsh industry.
Interface:
4x GE RJ45 Ports
1x Bypass GE RJ45 Port Pair
2x GE RJ45/SFP Shared Media Pairs
System Performance:
IPv4 Firewall Throughput mencapai 6 Gbps.
IPS throughput mencapai 950 Mbps
NGFW throughput mencapai 550 Mbps
Threat protection throughput mencapai 500 Mbps

Seuic
Scanner HS200
Industri : SFIS System, Inspection & Repair, dan Electronic Product Assembly Line.
Seuic HS220 adalah scanner/pemindai nirkabel Bluetooth berkinerja tinggi yang dibuat untuk area industri manufaktur elektronik. HS220 memberikan kinerja yang lebih baik mampu memindai barcode berukuran mikro dengan kerapatan yang tinggi, memindai barcode yang diukir dengan laser atau dengan inkjet yang tercetak pada permukaan papan sirkuit(PCB), dan juga QR code yang terukir pada bagian logam, serta berbagai barcode dengan kualitas pencetakan yang buruk. Produk Seuic HS220 ini dilengkapi dengan modul komunikasi nirkabel berbasis teknologi Bluetooth 5.0, yang memiliki kecepatan transmisi data 2 kali lebih cepat dari generasi Bluetooth sebelumnya, yang mampu mendukung transmisi data barcode dalam jarak 100 meter di area terbuka, sehingga memungkinkan pengguna untuk dapat memindai barcode.

Samsung
GALAXY XCOVER 5 & GALAXY TAB ACTIVE3
Industri : Semua industri.
Samsung telah mengeluarkan dua gadget tangguhnya yaitu mobile Galaxy XCover 5 dan tablet Samsung Galaxy Tab Active3 untuk pasar Indonesia. Kedua gadget sudah bersertifikasi MIL-STD-810H, yaitu sebagai perangkat yang lolos uji ketangguhan untuk dioperasionalkan di lingkungan kerja yang ekstrem seperti area manufaktur, gudang, area pertambangan, perkebunan sawit maupun area ekstrim lainnya.
Kedua perangkat ini juga didesain memiliki ketahanan yang tinggi, tahan terhadap benturan hingga ketinggian 1,5 meter disamping itu perangkat ini juga memiliki sealing IP68 yang membuat perangkat ini tahan terhadap debu, pasir maupun air, ketika terendam di kedalaman sampai 1 M selama 30 menit. Memiliki dukungan Wet Touch yang membuat layar ponsel tetap dapat dioperasikan meskipun permukaan layar dalam keadaan basah, misalnya di bawah hujan gerimis dan si pengguna pun masih bisa melakukan touch screen jika ia menggunakan sarung tangan.


KOLOM KETAWA
Orang Paling Malas
Di sebuah acara penghargaan dengan kategori yang aneh-aneh, seorang wanita cantik tampil sebagai pembawa acara dengan antusias mengumumkan, “Hadiah berikutnya akan diberikan kepada orang yang paling malas di antara para penonton. Jika Anda merasa memenuhi syarat ini silahkan mengangkat tangan Anda pada hitungan yang ketiga. Satu…. dua… tigaaaa….” lantas semua orang mengangkat tangan mereka kecuali seorang pria paruh baya yang tampaknya tidak antusias.
Setelah diamati oleh beberapa panitia diputuskan bahwa pria paruh baya tersebut sebagai pemenang orang yang paling malas di antara semua penonton.
Sang pembawa acara mengucapkan “Selamat Pak !!! Anda adalah pemenangnya,”. Pembawa acara itu menyampaikan kembali kepada pria tersebut. “Selamat Anda telah memenangkan hadiah uang sebesar Rp 2.000.000,- !! Mari silahkan maju ke depan Pak untuk menerima hadiahnya”…. Pria paruh baya tersebut masih tidak menunjukkan emosi, namun pria itu menjawab, “Maukah Anda datang ke sini dan memasukkannya ke dalam saku saya??” …. Pembawa Acara….<>$%##@@


Branch Manager Forum ACS Group
Bertempat di kantor pusat ACS Group – Gunung Sahari, pada bulan 19 & 20 Mei 2022 kegiatan BMF (Branch Manager Forum) kembali diadakan acara yang dihadiri oleh seluruh Branch Manager baik dari cabang Cikarang, Semarang, Surabaya serta Denpasar Bali. Bersama seluruh manager yang ada di Jakarta dan para director melakukan sharing bersama untuk membahas perkembangan kegiatan yang on progress maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan serta menyatukan langkah kerja dan solusi yang perlu diambil untuk persiapan pencapaian target yang ditetapkan bersama di akhir tahun.

Fortinet Indonesia Partner Connect 2022
13 April 2022
ACS Group, diwakili oleh Arijanto Hartanto sebagai Sales Director dan Ken Looho sebagai penanggung jawab bidang Cyber Security, menghadiri acara “Fortinet Indonesia Partner Connect 2022”, yang diadakan di atas Jakarta Phinisi Cruise sambil berlayar mengelilingi teluk Jakarta.
Acara ini dibuka oleh Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, yang menyoroti pentingnya dinamika antara prinsipal, distributor, partner, dan peran masing-masing pihak dalam berbagi pengetahuan mengenai pentingnya keamanan siber yang diperbarui kepada pengguna. Rudy Gunawan, Head of Channel and Commercial, melanjutkan pembahasan ini dengan memaparkan cakupan pasar dan situasi terkini. Beliau memberikan pengertian yang luas namun jelas, di mana korporasi perlu memiliki “tembok” yang tepat untuk mempertahankan infrastruktur dan jaringannya. Pembahasan ini berdampak besar pada bidang keamanan siber. Beralih ke sisi teknis, Kurniawan Darmanto, Head of Security Engineer Consultant Team Fortinet Indonesia, memperkenalkan jajaran solusi Fortinet yang memiliki cakupan luas yang didukung oleh tim ahli untuk memenuhi kebutuhan pengguna sesuai dengan proses bisnis spesifik mereka.


Tips & Info mengenai
BARCODE HIGHLIGHTING
Pada satu bidang yang terdiri dari beberapa jenis simbologi barcode, ada yang 1D dan 2D misalnya, sehingga diperlukan visual identifikasi barcode sebelum capture atau dipindai untuk sejumlah jenis barcode. Seperti contoh gambar di bawah ini barcode PDF417 ditandai dengan warna oranye, barcode Code128 yang kurang dari 13 karakter dengan warna biru, dan barcode jenis lainnya yang berwarna hijau.
Zebra DataWedge memperkenalkan suatu opsi baru yang powerful dalam meng-capture data dengan salah satu kemampuannya meng-highlight barcode tertentu dalam satu bidang, yakni Barcode Highlighting untuk memindai beberapa barcode dalam satu bidang yang berisi beberapa jenis barcode lainnya dan mengirimkannya ke aplikasi sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Manfaat penggunaan Barcode Highlighting:
Menyediakan onscreen feedback di layar dan memberi tahu operator, barcode mana yang di-capture
Membantu operator dalam menemukan item dengan menyorot barcode

Contoh barcodes highlighted berdasarkan barcode data dan rules yang diterapkan, cukup dengan meng-Enable Barcode Highlighting

Cara setting Barcode Highlighting:
Untuk mengkonfigurasi barcode highlighting, lakukan konfigurasi profil DataWedge sebagai berikut:
Aktifkan atau Enable Barcode Highlighting pada Barcode input plugin
Tekan ellipsis untuk memunculkan parameter tambahan
Tentukan Barcode Highlighting:
Buat aturan berbeda untuk setiap jenis atau warna barcode yang ingin ditampilkan
Dapat terdiri dari beberapa aturan atau role dengan warna yang berbeda
Tentukan kondisi untuk rule-nya:
Panjang maksimal /minimal dari barcode
Data String yang terdapat didalamnya
Simbologi barcode.
Rule dijalankan dengan urutan prioritas dari atas ke bawah
Tentukan reporting rule, jika tidak menentukan reporting rule, maka barcode tidak akan dikirim ke aplikasi.
Reporting rule dan highlighting rule memiliki kondisi yang berbeda, artinya Anda dapat memilih untuk melaporkan barcode yang berbeda dari yang sedang disorot, meskipun disarankan agar rule ini tetap sama.
Tentukan reporting action agar barcode dikirim kembali ke aplikasi.
Langkah yang lebih detail, Anda bisa hubungi team ACS Group kami.


Whatever Your Tablet Computing Needs, Zebra Is There
RUGGED ZEBRA TABLET WITH POWERFUL PERFORMANCE
When you’re out to set a higher enterprise standards in your company’s operations, of course you need an enterprise tablet that is not only rugged, but also smart, and can easily adapt to your business operation. For Zebra Technologies, toughness is not the end game, but merely a starting point. It’s time to elevate the performance and aspirations of your workforce to the highest level with a custom-built Zebra tablet that’s perfectly tailored to your operational needs.

Whatever your work needs, Windows 10 or “Android” Enterprise Tablets allow you to get the best performance beyond the Industry’s highest testing standards. Stay ahead with highly secure innovative tablets that can be configured and deployed easily and quickly.

Industries:
Manufacturing
Warehouse Management
Field Mobility
Retail
Transportation
Healthcare

Gebyar Auto-ID Vol 58 Solusi Managed Service Untuk Mengoptimalkan Support System Terhadap Infrastruktur Teknologi Informasi

Download: Gebyar Auto-ID Vol 58 Solusi Managed Service Untuk Mengoptimalkan Support System Terhadap Infrastruktur Teknologi Informasi

Editorial
Pelanggan Yang terhormat,
Salam sejahtera dan Selamat Tahun Baru 2022.
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat, karunia, dan lindunganNya, kita boleh berada pada tahun 2022 ini. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah, penuh kebaikan buat kita semuanya dan semoga semua apa yang telah direncanakan untuk tahun 2022 ini dapat tercapai sesuai dengan harapan
Bapak ibu yang kami hormati, topik buletin kita pada awal tahun 2022 ini adalah tentang Managed Service. Saat ini, divisi TI berada di bawah tekanan signifikan, selain memenuhi kinerja yang diharapkan perusahaan, mereka diminta untuk memenuhi ekspektasi operasional bisnis perusahaan, semua ini dilakukan pula dengan tambahan permintaan perusahaan untuk terus berusaha menekan biaya. Sebagian besar pakar keuangan akan menyarakan dalam kondisi ini untuk beralih ke model pembiayaan yang dapat diprediksi, seperti model managed service.
Tanda-tanda dimana perusahaan membutuhkan Managed Service, “Kami tidak mencapai target penjualan yang kami inginkan di tahun lalu karena kurangnya Layanan dan dukungan dari tim IT internal”, “Kami mengalami terlalu banyak downtime dari infrastruktur IT yang mengakibatkan operasi bisnis terhenti”.
Selain pembahasan di atas, rubrik-rubrik menarik seperti update kegiatan kami, tips dan info, update info produk terbaru, dan informasi lainnya yang tentunya berguna untuk anda semua.
Sebagai penutup, kami selalu membuka saran dan masukan dari para pelanggan untuk kemajuan kita bersama.

Chandra Tjahjadi
Professional Services GM ACS Group
PT. Autojaya Idetech
PT. Solusi Periferal

Topik
SOLUSI MANAGED SERVICE UNTUK MENGOPTIMALKAN SUPPORT SYSTEM TERHADAP INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
by Chandra Tjahjadi, Professional Services General Manager ACS Group
Saat ini, infrastruktur teknologi informasi(TI) sudah menjadi bagian vital dari operasi suatu perusahaan. Produk dan layanan TI telah terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi perusahaan yang sedang berkembang.
Perusahaan membutuhkan staff IT internal yang tidak sedikit untuk mensupport pengembangan lingkup bisnis perusahaan (penambahan sales sites ataupun penambahan sales forces).
Evolusi teknologi yang serba cepat membuat semakin kompleksnya teknologi. Staf IT internal mungkin tidak selalu memiliki keahlian untuk menjadi yang terdepan. Peningkatan skill perlu dilakukan terhadap staf IT internal untuk menjaga prasarana IT perusahaan berjalan dengan lancar.
Di satu sisi perusahaan menyadari bahwa dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya tim IT internal mereka untuk melakukan support dan pengoperasian terhadap perangkat IT. Di sisi lain perusahaan menyadari pula bahwa mereka tidak fokus pada IT Competency maupun teknologi, mereka hanya fokus pada bisnis mereka. Hal ini menyebabkan turn over staff IT internal menjadi tinggi.
Perusahaan mempertimbangkan pula dengan tingginya turn over staf IT internal terhadap keamanan akses terhadap infrastruktur IT mereka dari kemungkinan sabotase. Tuntutan operasional bisnis semakin meningkat sehingga semakin banyak perusahaan kewalahan mengelola prasarana IT.
Tekanan lain yang tidak kalah penting adalah anggaran IT perusahaan. Tuntutan persaingan membuat semakin banyak perusahaan yang ingin memprioritaskan pendanaan pada investasi proyek strategis yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif. Kebanyakan perusahaan juga ingin menghindari sedapat mungkin biaya tidak terduga, serta belanja modal (capital expense atau capex) yang terlalu besar.
IT merupakan salah satu bagian perusahaan yang membutuhkan dana besar, tidak hanya dari sumber daya manusia tetapi juga dari aspek belanja aset. Hal ini bisa mengundang perusahaan melakukan penghematan di bagian IT. Padahal pemotongan anggaran tanpa pertimbangan matang justru dapat menurunkan produktivitas karyawan dan pada gilirannya pertumbuhan bisnis itu sendiri.

APA ITU MANAGED SERVICE?
Managed Service menjadi solusi untuk berbagai jenis perusahaan yang ingin mengelola anggaran lebih baik, tanpa mengurangi kualitas layanan dari prasarana IT perusahaan.
Perusahaan mengalihkan pengelolaan dan pemeliharaan prasarana IT kepada penyedia layanan Managed Service.
Perusahaan bisa memilih untuk tetap membeli dan memiliki sendiri perangkat IT, atau menyerahkan sepenuhnya pengadaan perangkat yang dibutuhkan kepada penyedia layanan Managed Service.
Selain dapat menghemat biaya, layanan Managed Service juga dapat memudahkan perencanaan anggaran, pencegahan biaya yang tidak terduga karena downtime, serta mengalihkan belanja modal menjadi belanja operasional (Operational expense atau opex).
Penyedia layanan Managed Service umumnya menawarkan skema pembayaran yang memu-dahkan perusahaan untuk merencanakan anggaran IT perusahaan. Perusahaan dapat membayar penyedia layanan secara berkala, dengan kualitas jasa yang sudah digaransi lewat SLA (Service Level Agreement). Perusahaan tidak perlu kawatir akan biaya extra yang harus keluar sewaktu-waktu karena masalah mendadak.
Downtime, atau tidak tersedianya prasarana IT perusahaan, bisa menyebabkan biaya tidak terduga yang tidak sedikit. Dengan pemeliharaan yang proaktif, penyedia layanan Managed Service dapat meminimalkan downtime, dan dengan demikian mengurangi kerugian yang mungkin timbul.
Penyedia layanan Managed Service bekerja dengan menyediakan sistem, infrastruktur, hingga sumber daya manusia yang kompeten, berpengalaman, dan tersertifikasi untuk mengelola, mengawasi, melindungi, dan memecahkan masalah pada jaringan, aplikasi, dan proses yang mungkin terjadi pada sistem IT bisnis Anda.

CAPEX VS OPEX
Belanja anggaran IT perusahaan bisa dibagi 2, yaitu capex (belanja modal) dan opex (belanja operasional).
Belanja modal digunakan untuk membeli aset seperti server, router, mesin, dan berbagai perangkat lainnya yang dibutuhkan agar bisnis dapat berjalan lancar.

Belanja operasional digunakan untuk membayar biaya operasional sehari-hari, seperti sewa domain, sewa gedung, belanja kertas dan cartridge/tinta printer, dan lain-lain.
Beberapa perusahaan lebih suka meminimalkan capex. Salah satu alasannya adalah karena capex umumnya relatif besar, dan tanpa perencanaan yang baik dapat mengganggu aliran dana (cash flow) perusahaan. Proses pengadaan untuk capex juga relatif lebih lama, dan bisa mengganggu bila perusahaan perlu peningkatan kapasitas prasarana IT dengan segera.
Memanfaatkan Managed Service dapat mengalihkan capex menjadi opex. Perusahaan tidak perlu lagi membeli aset,  tetapi cukup membayar biaya berkala untuk paket layanan yang sudah dipilih. Bila perusahaan ternyata perlu peningkatan kemampuan prasarana IT, ketersediaan bisa didapatkan dengan lebih cepat dengan membayar paket tambahan.

Gambar 1. Ilustrasi aset

Perlu diketahui bahwa perusahaan Anda memiliki banyak opsi. Perusahaan bisa saja memutuskan untuk memilih skema full outsource, dengan seluruh perangkat disediakan dan dikelola oleh penyedia Managed Service dengan sistem pembayaran berkala.

MANFAAT MANAGED SERVICES
1. Fokus Pada Inti Bisnis
Seiring pertumbuhan bisnis perusahaan, begitu juga kebutuhan IT perusahaan. Tim IT perusahaan mungkin dapat menangani sebagian dari peningkatan beban kerja ini, tetapi kemungkinan besar akan merasa kewalahan dan tidak dapat menyesuaikan skala sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan, sehingga memaksa perusahaan untuk menetapkan tanggung jawab tambahan kepada karyawan yang tidak berada dalam tim IT, yang dapat mengalihkan perhatian dari tujuan bisnis inti.
Salah satu manfaat dari Managed Service adalah tidak hanya membebaskan karyawan perusahaan untuk fokus pada pekerjaan yang mereka kerjakan — tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengisi kekosongan sesuai kebutuhan.
Penyedia Managed Service akan menawarkan model layanan fleksibel yang memungkinkan perusahaan menentukan tingkat layanan yang dibutuhkan perusahaan, hanya melakukan support saja atau mengalihdayakan seluruh departemen IT perusahaan Anda.
2. Keahlian Sesuai Kebutuhan
Teknologi baru berarti masalah baru — tim IT perusahaan yang ada mungkin tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman untuk memecahkan permasalahan yang ada pada teknologi baru tersebut.
Masalah ini dapat diselesaikan dengan merekrut anggota tim baru, tetapi biaya perekrutan dan pelatihan karyawan baru, bisa sangat tinggi.
Salah satu keuntungan utama dari model Managed Service adalah memungkinkan perusahaan untuk mempekerjakan tim profesional IT dengan tarif bulanan tetap.
3. Support Yang Tidak Dibatasi Waktu
Perusahaan tidak perlu khawatir tentang ketersediaan layanan support karena penyedia layanan Managed Service menawarkan fleksibilitas 24/7, dan pada hari libur nasional.
4. Meminimalkan Biaya Downtime
Manfaat lain dari Managed Service adalah penyedia layanan Managed Service tidak duduk saja dan hanya menunggu sesuatu masalah terjadi, tetapi penyedia layanan Managed Service mengambil pendekatan proaktif untuk melakukan pemeliharaan, monitoring untuk mengidentifikasi, mendiagnosis, dan memecahkan masalah potensial sebelum sempat menjadi masalah.
5. ­Point of contact yang dapat diandalkan
Pada saat perusahaan bermitra dengan penyedia layanan Managed Service, perusahaan tidak perlu kuatir adanya perputaran/rotasi dari tenaga ahli, penyedia layanan Managed Service akan menyiapkan jalur eskalasi maupun kontak pengganti yang siap turun tangan.

ACS MANAGED SERVICE
ACS Managed Service adalah sebuah layanan yang ditawarkan oleh ACS Group untuk mengelola sistem atau infrastruktur IT dari perusahaan mulai dari operasional perangkat AIDC, wired/wireless network system, access control system sampai kepada cyber security untuk pengamanan terhadap sistem/infra struktur IT perusahaan.
ACS Managed Service memiliki ruang lingkup layanan yang mengutamakan Customer Business diantaranya:
Proactive Monitoring adalah untuk mengumpulkan alert dari sistem pelanggan dan memberitahukan kepada pelanggan apabila terdapat warning alert pada sistem, lalu engineer dapat memberikan rekomendasi sebelum dilakukan problem handling.
Problem Handling adalah layanan dimana ketika problem yang berhubungan dengan sistem IT memerlukan penanganan masalah, pelanggan meminta perbaikan. Permintaan akan diproses dengan ticket sebelum dieksekusi. Hal ini memudahkan pelanggan untuk menerima informasi secara akurat.
Preventive Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan oleh Engineer kepada perangkat hardware agar sistem tetap berjalan dengan baik dan meminimalkan terjadinya kerusakan perangkat ketika sistem sedang berjalan.
Patch Management adalah layanan dimana engineer akan selalu memonitor patch dan update version dari sistem software maupun dari supporting software dan akan mengirimkan rekomendasi pre-patch report kepada pelanggan dan akan melakukan eksekusi patch sesuai approval dari pelanggan.
Service Center merupakan layanan repair yang dikhususkan untuk beberapa jenis perangkat AIDC. Masalah akibat adanya kerusakan spare-parts pada perangkat AIDC akan dilakukan penggantian spare-part agar perangkat dapat kembali berfungsi normal.
Backup unit merupakan layanan untuk menjaga agar operational downtime terukur dan tidak melewati maximum downtime yang diinginkan pelanggan. Perangkat IT yang rusak akan digantikan dengan perangkat backup yang mempunyai fungsi yang sama.
Pickup and Delivery merupakan layanan untuk mengambil perangkat IT yang rusak pada lokasi pelanggan maupun untuk menyerahkan perangkat pengganti (backup).
Report and Recommendation adalah Laporan yang berisi perfomansi dari perangkat/infrastruktur IT, rekomendasi apabila dibutuhkan yang bisa dilakukan dalam periode bulan/kuartal, perpindahan perangkat IT dari suatu lokasi/site ke lokasi/site lainnya ter-masuk pula posisi inventori dari perangkat IT termasuk backup unit nya.
Selain itu laporan mengenai pencapaian SLA yang telah disepakati bersama dengan pelanggan.

Infrastruktur support dari
ACS Managed Service

Tim IT support yang telah memiliki pengalaman profesional dan terlibat langsung dalam proses implementasi proyek IT serta memiliki sertifikasi professional yang dikeluarkan oleh Principals.
Tim IT Support mempunyai beragam spesialisasi teknologi IT dan tingkat kualifikasi skill (tier-1, tier-2, tier-3 dan consultant).
Service Center (Principal) merupakan layanan perbaikan perangkat IT yang tidak dapat diperbaiki oleh Service Center kami. Layanan perbaikan dilakukan langsung oleh principal dari perangkat IT.
Call Center sebagai single point of contact dari perusahaan dengan menggunakan Hot Line Number. Perusahaan dapat menentukan kebutuhan waktu operasi dari Call Center, 8×5 maupun sampai 24×7 termasuk hari libur nasional.

ACS Managed Service memiliki Escallation Management System (System Operating Procedure yang menjamin permasalahan dipahami, dapat diselesaikan dan ditangani oleh tenaga ahli yang tepat).
Call Center dilengkapi pula dengan aplikasi AMANS [ACS Managed Service] dibangun dan dikembangan oleh ACS Group.
Service Center tersebar di lokasi strategis di Indonesia (Jakarta, Cikarang, Semarang, Surabaya dan Bali).
Service Hubs tersebar di Indonesia. Jika dibutuhkan ACS Managed Service menawarkan layanan Service Hubs di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan lokasi-lokasi operasi dari pelanggan untuk bisa menjamin penanganan masalah yang cepat.

Informasi lainnya seputar ACS Managed Service:
Perangkat IT yang dapat ditangani,
Perangkat AIDC dari principal Zebra, Point Mobile, SEUIC.
Perangkat wireless network system dari Aruba
Perangkat network security system dari Fortinet
Perangkat access control system dari Bosch
Opsi pengadaan perangkat IT melalui ACS Group dengan cicilan maupun sewa.
Perangkat accessories, consumables parts maupun spare parts dari perangkat IT dapat mempengaruhi pula jalannya operasi bisnis. ACS Managed Service menyediakan pula cadangan perangkat accessories, consumables parts maupun spare parts yang dapat digunakan jika dibutuhkan.

Layanan Managed Service tidak dapat dilepaskan dari SLA (Service Level Agreement). Perusahaan perlu menginventarisasikan faktor-faktor yang bisa menghambat kelancaran proses bisnis perusahaan yang diakibatkan oleh tidak jalannya dengan baik infrastruktur IT dan kemudian menyusun beragam SLA sesuai faktor-faktor tersebut.
ACS Managed Service menawarkan standard SLA (response time dan resolution time) maupun SLA lainnya yang perlu dibicarakan sebelumnya dengan perusahaan.

Topik
ACS GROUP SEBAGAI ZEBRA PRINTER REPAIR SPECIALIST.
Pada bulan Agustus 2016, Zebra mengganti nama layanan Layanan Zebra Authorized Service.
Provider (ZASP) dan sebagai gantinya menjadi Printer Repair Specialization (PRS) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjalankan konsistensi komitmen dalam memberikan kualitas dan layanan purna jual untuk printer Zebra.
ACS GROUP telah menjadi salah satu Partner Connect – Zebra Printer Repair Specialist sejak tahun 2008. Para Engineer kami telah terlatih dan tersertifikasi oleh standarisasi repair yang ditetapkan oleh Zebra berupa Zebra Certified Printer Repair Professional dalam mereparasi printer-printer mulai dari jenis Printer Mobile, Desktop dan Industrial yang tentunya akan sangat membantu dalam kelangsungan operasional suatu perusahaan dalam waktu yang panjang dan aman.
Untuk menjadi Printer Repair Specialist sebagai mitra Zebra kami memiliki pusat perbaikan/ Service Center Depot yang tersebar di Kantor Pusat ACS Jakarta dan pada cabang-cabang kami di Indonesia, seperti Cikarang, Semarang, Surabaya dan Denpasar tentunya, Service Center depot adalah lokasi yang terpusat/in-house yang melayani jasa perbaikan purna jual untuk printer Zebra.
Untuk perbaikan Printer, teknisi ACS kami yang sudah terlatih dan berpengalaman akan mendiagnosa dan memperbaiki kerusakan pada printer milik customer melalui penggantian suku cadang atau Printhead termasuk juga update software terbaru, kalibrasi ulang bahkan melakukan reset.
Sebagai Printer Repair Specialist Zebra, selama unit tersebut masih tercover dalam masa garansi, maka layanan purna jual & spare parts yang tersedia akan kami prioritaskan untuk menambah kecepatan waktu pengerjaannya.
Keuntungan yang diperoleh customer jika berkolaborasi dengan partner yang memiliki status Printer Repair Specialist (PRS) antara lain:
Partner tersebut memiliki akses dan prioritas pada program PartnerConnect
Partner tersebut memiliki kapabilitas secara professional dalam menangani printer Zebra khususnya purna jual.
Partner tersebut dapat memberikan solusi layanan service per kejadian di lokasi depo atau kunjungan (home service).
Partner tersebut dapat memberikan solusi layanan lebih seperti preventive maintenance, service contracts, ambil antar, breakfix atau lainnya.
Partner tersebut melakukan Zebra OneCare service.
Partner yang memiliki Printer Repair Specialists mendapat prioritas menyediakan Spare Parts Kits atau spare part orisinil dari Zebra.

Ada 4 poin tambahan kelebihan Printer Repair Specialists.
Service = Authorized, High Standard & Professional
Strong Partnerships = Zebra will support Printer Repair Specialists with training and materials to provide end-users with qualified repair & support service
Quality = High-quality service solution for customers
Satisfaction = Customer satisfaction with Zebra products and services.

Pengumuman Pemenang Kuis
Selamat kepada pemenang
KUIS AITEE 57

1. Achmad Mustofa – PT Suzuki Indomobil Motor
2. Hakko Bio Richard – PT Y-Tec Autoparts Indonesia
3. Jedi Agus – PT Domusindo Perdana
4. Muhamad Reno Bimantara – Lion Super Indo
5. Rika Nurchayati – PT Andalan Mandiri Busana

Masing-masing akan mendapatkan voucher belanja Rp 200.000. Pemenang akan kami hubungi melalui nomor telpon yang sudah didaftarkan. Jika 7×24 jam tidak ada respon. Maka hadiah akan hangus.

Kolom Ketawa
Badrun dan Orang Tua
Sepulang Badrun dari makan siang hari, dia melihat seorang lelaki tua duduk di taman bangku sambil terisak-isak.
Badrun merasa kasihan juga melihat orang tua tersebut lalu dia berhenti dan bertanya kepadanya
Badrun: “Ada apa Pak,mengapa bapak menangis? Bapak belum makan? Kalo belum aku belikan makanan ya”.
Orang Tua: Sambil menggeleng… “Ngga de… terima kasih” terisak-isak kembali
Badrun: “Trus kenapa bapak menangis?”
Orang Tua: “Saya tuh punya istri usia 22 tahun di rumah. Setiap pagi dia selalu menyediakan saya sarapan pagi kue kelepon dan kopi… huuu huu”
Badrun terus melanjutkan pertanyaan dengan niat untuk membantu
Badrun: ‘Nah, lalu mengapa bapak menangis?’
Orang Tua: “Dia selalu membuatkan saya sop buntut dan ayam penyet kesukaan saya, dia juga rajin membersihkan rumah dan selalu menemani saya nonton TV”.
Badrun semakin penasaran.
Badrun: “Nah, mengapa bapak masih juga menangis?’
Orang Tua: “Dia selalu pijitin punggung saya setiap malam sebelum tidur dan kami selalu bergandengan tangan kemanapun kami pergi”
Badrun mulai kesal namun masih juga bertanya
Badrun: ‘Terusss….Kalau begitu, mengapa bapak masih juga menangissss?’
Orang Tua: “Maaf ya de, Saya tuhh lupa di mana saya tinggal”
Badrun:”Hemmmmm…angel, angel… jadi laper lagi gua *&%$#@@#….”

Event
Joint Event PROFIT BALI
Ride The Pandemic
Prime Plaza Hotel Sanur Bali | 19 Februari 2022
Pada hari Sabtu , 19 Februari 2022 Asosiasi Profesional IT Bali kembali menyelenggarakan Anniversary 12th secara offline bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur Bali dengan thema “Ride The Pendemic”. Acara yang dihadiri hampir 200 orang peserta ini, terdiri dari para Praktisi IT Bali dan juga dari Jawa serta Lombok, dan dibuka oleh Ketua Asosiasi Profesional IT Bali Arya Sumerastha. Beliau menyampaikan rasa bahagianya karena dapat berkumpul serta bertatap muka kembali dengan semua anggota, dan disampaikan pula bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan Prokes yang ketat salah satunya yaitu peserta yang mengikuti acara ini diwajibkan untuk melakukan PCR terlebih dahulu.
Ada 10 vendor yang turut berpartisipasi di event ini, dimana ACSGroup bersama HP-ARUBA serta PT. Sistech Kharisma menjadi sponsor utama. Dan dalam sambutannya Robert Suryakusuma, Country Manager Aruba Indonesia menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Aruba, dimana teknologi Wifi 6 dari Aruba yang diperkenalkan pertama kali di tahun 2019 telah berhasil mendapatkan penjualan terbesar di Indonesia pada tahun 2021. Sekaligus beliau juga memperkenalkan Aruba WIFI 6E yang telah launching di akhir tahun 2021.
Disamping itu A.A.Ngurah Mahendra, sebagai branch manager ACS Group pada kesempatan ini menyampaikan bahwa di dalam kondisi pendemi seperti ini adanya peningkatan yang signifikan atas penggunaan “Ruang Digital” serta adanya perubahan dari ekonomi fisik menjadi ekonomi digital,hal ini pastinya membutuhkan “Infrastruktur Digital” yang aman, cepat, stabil dan konsisten.
Aruba adalah solusi yang tepat dimana semua yang dibutuhkan sudah ada di dalam satu platform Aruba, dengan teknologi Wifi 6E user akan mendapatkan throughput yang lebih besar di dalam kondisi high density karena support 3 radio band termasuk yang terbaru frekwensi 6GHz Band.
Disampaikan juga oleh A.A.Ngurah Mahendra bahwa ACS Group selalu berusaha memberikan solusi serta support yang terbaik untuk perkembangan IT di Bali pada umumnya serta hospitality pada khususnya.

 

Product Highlight
Alibaba Cloud
Content Delivery Network (CDN)
Industri : Semua industri.
Derasnya permintaan pengguna di situs web meningkatkan konsumsi bandwidth downlink, membebani server, dan menghasilkan waktu respons yang lambat. Content Delivery Network disingkat CDN, adalah sekelompok server yang tersebar secara geografis, dan bekerja sama untuk menyediakan pengiriman konten internet yang dapat di-cache secara cepat. Dengan bantuan Content Delivery Network akan mempercepat pengiriman konten-konten untuk situs web di berbagai wilayah atau skenario, seperti gambar, video/audio, proses file download, website social network akan di-mirror ke server yang tersebar secara geografis sehingga mengurangi beban kerja dari origin server.
Dengan menggunakan Alibaba Cloud – content delivery network (CDN) dapat men-deliver content ke para pengguna dari node atau titik terdekat pengguna, sehingga akan mengakselerasi response terhadap user requests dan meningkatkan response rate. Alibaba Cloud CDN juga menyelesaikan masalah latensi pengiriman yang biasanya disebabkan oleh masalah distribusi, bandwidth, dan kinerja server. CDN telah diterapkan dalam beberapa skenario, termasuk akselerasi situs, streaming sesuai permintaan, dan live streaming.
Alibaba Cloud CDN telah menyediakan lebih dari 2.800+ node di seluruh dunia dan sistem penjadwalan yang cerdas yang memungkinkan pengguna untuk mengakses segudang cache sumber daya statis pada node-node terdekat.
Keunggulan dari Alibaba Cloud – Content Delivery Network (CDN):
STABILITAS
Tersedia lebih dari 2.800 node yang mencakup enam benua dan bandwidth 120 Tbps, dan mendukung ISP besar di seluruh dunia (Node CDN di Indonesia saat ini terdapat di: Jakarta, Batam, Surabaya, Makasar, Bali)
KECEPATAN TINGGI
Mendukung waktu respons kurang dari beberapa milidetik, pemilihan koneksi cerdas, dan kekuatan jaringan dengan NIC 10-GE dan penyimpanan SSD untuk memastikan kelancaran pengiriman konten.
SKALABILITAS
Mendukung banyak fitur asli, termasuk pengaturan skala layanan horizontal, konsol yang dapat disesuaikan, beberapa API, dan pengaturan arsitektur sederhana.
HEMAT BIAYA
Mendukung metode berbayar sesuai pemakaian atau Pay-As-You-Go dan metode penagihan lainnya untuk memperoleh pengiriman konten yang efektif dan berkualitas tinggi.

Alibaba Cloud
Security Center
Industri: Semua industri.
Alibaba Cloud Security Center adalah sistem manajemen keamanan terpusat yang secara dinamis mengidentifikasi dan menganalisis ancaman keamanan, dan menghasilkan peringatan ketika ancaman terdeteksi. Alibaba Cloud Security Center menyediakan beberapa fitur untuk memastikan keamanan sumber daya cloud dan server di pusat data. Fitur-fiturnya termasuk anti-ransomware, antivirus, web tamper proofing, container image scan, dan compliance check.
Didukung oleh teknologi big data, Alibaba Cloud Security Center memberikan perlindungan dari ransomware, berbagai virus, dan gangguan web. Alibaba Cloud Security Center juga menyediakan penilaian kepatuhan untuk melindungi cloud dan server on-premises serta memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan (regulatory compliance requirements).
Alibaba Cloud Security Center sepenuhnya kompatibel dengan penyedia layanan pihak ketiga. Hal ini tentunya mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) untuk manajemen keamanan. Alibaba Cloud Security Center secara otomatis mengumpulkan berbagai data log dari layanan di cloud, dan menerapkan kontrol atas ancaman keamanan yang ditemukan.
Merupakan Server Guard Management untuk berbagai platform dalam satu konsol:
Multi-OS: Alibaba Cloud Security Center kompatibel dengan beberapa sistem operasi (OS), seperti Windows, Linux, Ubuntu, dan Debian.
Lintas platform: Alibaba Cloud Security Center dapat diterapkan pada Alibaba Cloud, Alibaba Finance Cloud, atau pun di server pihak ketiga.
Kontrol yang terpusat: Visibilitas informasi dan melakukan operasi dalam konsol web yang terpadu pada lingkungan cloud atau region dimana Alibaba Cloud Security Center diterapkan.
Anti-virus, Anti-ransomware dan Anti-tamper
Alibaba Cloud Security Center mendukung deteksi proaktif dan penghentian ransomware mainstream, mining programs, backdoor programs, worm, malicious programs, trojan DDoS, dan Trojan programs.
Anti-tamper nya mampu melindungi website dari maliciously implanted yang terkait dengan terorisme, politik, dark chain, trojan, dan backdoor guna memastikan operasi berjalan normal pada informasi yang terdapat di halaman web.
Automated Security Operations dengan Automated Attack Traceability dan Custom Alerts
Alibaba Cloud Security Center secara otomatis melacak sumber dan penyebab serangan. Hal ini sangat membantu dalam memahami seluk beluk ancaman penyusupan dan membuat tanggapan yang cepat.
Mendukung migrasi data pihak ketiga ke cloud dengan cara yang aman, dan memungkinkan untuk melakukan analisis, asosiasi, dan agregasi real-time pada sejumlah besar log.

Zebra Technologies
TC21/TC26 Handheld Touch Computer
Industri: Retail, Manufacturing, Warehouse Management, Hospitality, Transportation, & Field Mobility.
TC21/TC 26 adalah komputer genggam Android dengan layar sentuh kelas bisnis yang rugged dan dinahkodai oleh CPU Qualcomm SnapdragonTM660 octa-core 1.8Ghz dapat membantu para pekerja yang ada di dalam ruangan, gudang maupun di lapangan dalam menangkap dan mengakses data yang dibutuhkan untuk bertindak lebih cepat dan lebih efisien.
Produk ini memiliki resistensi IP67, yang mampu tahan terhadap benturan ke atas permukaan beton, tahan juga terhadap air, debu, salju, hujan, panas, dingin yang membekukan — TC21/TC26 dapat menangani semuanya itu. Plus, tampilan dan jendela luar pemindai yang diperkaya dengan Gorilla Glass.
Dilengkapi pula dengan layar sentuh canggih 5 inch sehingga mudah untuk berinteraksi dengan aplikasi dan saat berada di luar dapat terbaca sekalipun di bawah sinar matahari yang cerah. Dan dalam hal koneksi semua koneksi wireless yang dibutuhkan tersedia pada perangkat ini baik WiFi, seluler, Bluetooth, GPS, dan NFC.
Faktor pendukung lainnya yaitu memiliki kamera depan 5 MP dan kamera belakang 13 MP yang autofokus terintegrasi dan didukung oleh SE4100 mampu mengcapture barcode 1D/2D secara cepat. Disamping itu memiliki fungsionalitas VoLTE yang mampu memberikan kualitas suara yang superior melalui jaringan seluler, sementara teknologi VoWiFi Zebra yang canggih, disertakan dengan Mobility DNA Enterprise License, memberikan kualitas suara yang superior di semua aplikasi suara WiFi Anda — misalnya, Push-to-Talk Express¹ untuk komunikasi gaya walkie-talkie dasar.

Point Mobile
PM75 Mobile Computer
Industri: Retail, Warehouse Management, Hospitality, Transportation & Logistics, & Field Service.
Perangkat Mobile Computer untuk enterprise yang dibuat untuk efisiensi, mempercepat kegiatan operasional, dan merupakan produk kokoh/rugged, ringan dan ergonomis. Perangkat Android ini dilengkapi dengan mesin pindai barcode 1D/2D yang kuat, sudut genggaman yang nyaman dan baterai yang tahan lama. Dirancang untuk melakukan operasional di tempat yang sulit serta perawatan yang mudah.
Produk ini dilengkapi dengan screen 5,45 inci HD+ (720 x 1440 piksel) yang cerah yang dapat membantu pengguna melihat dan mengontrol interface PM75 tanpa kesulitan bahkan di bawah pencahayaan sinar matahari. Perangkat yang rugged tahan terhadap benturan ke permukaan beton dari ketinggian 1,5 m (5 kaki) dan memiliki rating yang mumpuni IP65 tahan terhadap cipratan air dan kedap terhadap debu.
Peringkat ketahanan, selain perlindungan dari goresan dengan mengadopsi Gorilla Glass: siap beroperasi di salah satu lingkungan kerja yang paling keras.
Karekteristik dari produk ini:
1. Main- processor: Qualcomm® Octa-core @1.8GHz
2. Operating System: Android 11 (upgradable)
3. RAM 3GB / 4GB (optional)
4. ROM (NAND Flash) 32GB / 64GB (optional)
5. Micro-SD Supports up to 512GB using ExFAT file system
6. SIM 1 Nano SIM card slot
7. EDGE/GPRS 900/1800/850/1900
8. Integrated Bluetooth Class I, Ver. 5.1 BLE support. Dan lain-lain.

HPE Aruba
Aruba CX 6100 Switch Series
Industri: Semua industri.
Perangkat switch Aruba CX 6100 series merupakan perangkat entry-level access switches yang ideal untuk kantor cabang, mid-market enterprises.
Perangkat switch Layer 2 yang siap digunakan untuk penerapan yang mudah dan tersedia banyak PoE port untuk perangkat IoT, uplink 10 GbE port yang cepat, dan fitur keamanan yang tangguh seperti ACL, robust Q0S, IPv6 dan static routing untuk membantu melindungi jaringan.
Perangkat switch Aruba CX 6100 series tersedia dalam model:
1. Aruba 6100 48G Class4 PoE 4SFP+ 370W Switch (JL675A): 48x ports 10/100/1000Base-T ports, 4x 1/10G SFP ports, Internal (fixed) power supply, fixed fans dan mendukung hingga 370W of Class 4 PoE.
2. Aruba 6100 48G 4SFP+ Switch (JL676A): 48x ports 10/100/1000Base-T ports, 4x 1/10G SFP ports, Internal (fixed) power supply, fixed fans.
3. Aruba 6100 24G Class4 PoE 4SFP+ 370W Switch (JL677A): 24x ports 10/100/1000Base-T ports, 4x 1/10G SFP ports, Internal (fixed) power supply, fixed fans dan mendukung hingga 370W of Class 4 PoE.
4. Aruba 6100 24G 4SFP+ Switch (JL678A): 24x ports 10/100/1000Base-T ports, 4x 1/10G SFP ports, Internal (fixed) power supply, fixed fans.
5. Aruba 6100 12G Class4 PoE 2G/2SFP+ 139W Switch (JL679A): 12x ports 10/100/1000Base-T ports, 2x 1/10G SFP ports, 2x 1G ports, Internal (fixed) power supply, fanless dan mendukung hingga 139W of Class 4 PoE.
Perangkat switch Aruba CX 6100 series sudah dapat diprogram-sepenuhnya dengan beberapa pilihan manajemen, seperti cloud-based dan on-prem Central*, CLI, switch Web GUI, serta kemampuan diprogram dengan AOS-CX operating system dan REST APIs.
Kinerja perangkat switch Aruba CX 6100 series untuk kapasitas system switching-nya hingga 176 Gbps dan kapasitas system throughput-nya hingga 98.6 Mpps.

HPE Aruba
Aruba CX 4100i Switch Series
Industri: Semua industri.
Perangkat Aruba CX 4100i switch series adalah perangkat ruggedized Ethernet access switch series yang siap memperluas jaringan perusahaan ke lingkungan yang menantang dan keras, ideal untuk menghubungkan perangkat-perangkat IoT, access points, dan perangkat pengguna di lingkungan yang keras.
Perangkat Aruba CX 4100i switch series tersedia dengan Model DIN Rail dan 24 port 1U Ethernet yang sepenuhnya dapat dikelola dan serbaguna serta siap dengan enclosure standar NEMA, untuk keperluan fasilitas di luar ruangan dan area gudang, serta mampu ditempatkan pada lingkungan dengan rentang suhu mulai dari -40 °C hingga 70 °C.
Merupakan perangkat Layer 2 switch yang berkinerja tinggi mendukung keperluan ACL, robust QoS, static routing, dan IPv6. Guna memberi daya yang tinggi, mendukung kombinasi Class 6 PoE (60W) dan Class 4 PoE (30W) yang memberikan fleksibilitas dalam menyalurkan daya pada berbagai perangkat IoT, access point, dan perangkat pengguna.
Dengan perlindung yang kuat untuk aplikasi sub-station dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap getaran konstan, guncangan, dan kekebalan elektronik untuk aplikasi railway. Manajemen perangkat ini sudah dapat deprogram sepenuhnya dengan beberapa pilihan manajemen, seperti CLI, switch Web GUI, Aruba NetEdit serta kemampuan diprogram dengan AOS-CX operating system dan REST APIs.
Aruba CX 4100i 12-port 1GbE (8-port Class 4 POE and 4-port Class 6 POE) 2-port SFP+ DIN Mount Switch
– 4x ports 100M/1G BaseT Class 6 PoE ports mendukung hingga 60W per port
– 8x ports 100M/1G BaseT Class 4 PoE ports mendukung hingga 30W per port
– 2x 1/10G SFP ports
– Field replaceable Industrial DIN Rail Power Supplies (JL819A, JL820A, and JL821A)
– Fanless, Up to 360W of PoE power, based on PSU and environmental temperature
– Dimensi: (H) 160 mm x (W) 113 mm x (D) 162.9 mm (173.5 mm w/DIN Rail Bracket)(6.3” x 4.4” x 6.4” (6.8” w/DIN Rail Bracket))
– Berat: 3.84 kg (8.46 lbs)

Aruba CX 4100i 24-port 1GbE (20-port Class 4 POE and 4-port Class 6 POE) 4-port SFP+ Switch
– 4x ports 100M/1G BaseT Class 6 PoE ports mendukung hingga 60W per port
– 20x ports 100M/1G BaseT Class 4 PoE ports mendukung hingga 30W per port
– 4x 1/10G SFP ports
– Internal (fixed) power supply (300W)
– Fanless, 240W of PoE power (no de-rating)
– Dimensi: (H) 44 mm x (W) 444.5 mm x (D) 304 mm (1.73” x 17.5” x 12.0”)
– Berat: 6.50 kg (14.33 lbs)

Corporate Info
#ACSAirlines2022
Together at the top
KICK OFF ACS Group
24 Januari 2022
Sudah hampir 2 tahun belakangan ini bangsa Indonesia terus menghadapi pandemi yang cukup berat yang menggoncang perekonomian bangsa Indonesia dan berdampak seluruh kegiatan bisnis, namun semua gelombang itu dapat ACS Group lewati dengan tekad dan kebersamaan yang kuat dan tentunya atas Anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Pada tanggal 27 Januari lalu kami mengadakan acara #ACS Air Lines yang bertemakan “Together at the Top” secara on line by ZOOM, kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf termasuk cabang ACS baik Cikarang, Semarang, Surabaya dan Denpasar.
Di tahun 2022, prediksi Covid19 akan berubah dari pandemi ke endemi. Pergerakan bisnis tentu akan naik kembali, setiap industri akan mulai bangkit kembali. Sebagai tim, ACS Group siap untuk terbang lebih tinggi lagi, siap untuk lepas landas bersama, menghadapi semua angin yang datang menerpa kita, dan kami percaya kami akan mendarat di landasan dengan sempurna.
Acara Kick off ACS Group ini dibuka oleh Indra Tjahjadi selaku Managing Director, dilanjutkan dengan “Success Spirit” yang disampaikan oleh Arijanto Hartanto – Sales & Marketing Director.
Pada acara ini beberapa staf ACS Group mendapatkan apresiasi sebagai TOP PERFORMER 2021 dan terpilih 5 orang staff antara lain:
1. Alfira Nurliliani Samad – Logistic Staff ACS Group Jakarta
2. Boedijanto – Branch Manager ACS Group Surabaya
3. Heryana – Information System Spv ACS Group Jakarta
4. Purwanto – Security ACS Group Jakarta
5. Yuli Biena Octavius Ong – Enterprise Business Solution Spv ACS Group Jakarta
Disamping apresiasi sebagai TOP PERFORMER 2021, ACS Group memberikan apresiasi beberapa staff Departemen:
– Departemen Logistik: Roy Antolyne Maycieanne, Agnes Agustina Wijaya, Siti Juria, & Listya Kartikasari Tarigan
– Departemen Finance & Accounting: Irmayanti Saragi, Qisha Azzahra, Hamdi Fathullah, & Zulfajri.
– Departemen Warehouse: Bobby Stefanus, Dwi Yulianto, Hilman Baidilah, & Tedy.
– Departemen Professional Services: Obet Randa Layuk Sanda, Bimo Jati Utomo, Gigih Setiawan, Wahyu Dwi Candra, & Vrensly Albert Lilipory.
– Departemen Sales: Harry Sugiarto & Iwan.
– Departemen Marketing: Clara Tania Tjahjadi & Ahmad Musthakin
ACS Group juga memberikan Penghargaan Kesetiaan sebagai karyawan ACS Group berupa sertifikat dan pin emas kepada:
Masa jabatan 15 tahun:
– Adrian Dewantoro – Branch Manager ACS Group Semarang
– Dimas Pramudya Swastika – Technology Services Engineer ACS Group Surabaya
Masa jabatan 20 tahun:
– Ari Prasetya – Enterprise IT Solutions – Engineer ACS Group Jakarta
– Agus Cahyono – Senior System Analyst ACS Group Jakarta
Masa jabatan 25 tahun:
– Suprianto Kusman – Branch Manager ACS Group Cikarang
– Edward Nawar – Technology Services Supervisor ACS Group Cikarang
– Sugeng Kiswondo, Enterprise IT Solutions – Engineer ACS Group Jakarta

 

Tips & Info
Tips dan Info mengenai Wi-Fi 6E
Inovasi terbaru dari teknologi Wi-Fi, yakni Wi-Fi 6E merupakan perluasan kapasitas Wi-Fi terbesar dalam dua dekade terakhir. Pembukaan pita frekuensi 6 GHz akan meningkatkan pita spektrum RF (frekuensi radio) yang tersedia untuk Wi-Fi menjadi lebih dari dua kali lipat. Hal ini akan mencegah kepadatan airwaves (gelombang udara), membuat kanal gelombang lebih luas, dan kecepatan konektivitas yang lebih tinggi, serta memungkinkan terciptanya berbagai inovasi di berbagai industri.
Wi-Fi 6E beroperasi di pita frekuensi 6 GHz mulai rentang dari 5,925 GHz hingga 7,125 GHz.
Wi-Fi Alliance telah mengalokasikan spektrum 1200 MHz dari 5,925 GHz hingga 7,125 GHz untuk aplikasi Wi-Fi.
Teknologi Wi-Fi sebelumnya, termasuk Wi-Fi 6 menggunakan pita frekuensi 2,4 GHz (2400 MHz hingga 2495 MHz) dan pita frekuensi 5 GHz (5170 MHz hingga 5835 MHz). Dengan pita frekuensi baru ini, Wi-Fi 6E dapat beroperasi menggunakan 14 channel tambahan dengan lebar pita 80 MHz dan 7 channel tambahan dengan lebar pita 160 MHz.
Perusahaan Hewlett Packard Enterprise (HPE) – Aruba, merupakan vendor pertama yang meluncurkan solusi Wi-Fi 6E kelas-enterprise (enterprise-grade) di pasar, yakni campus access point (AP) 630 series, mulai dengan perangkat AP-635 dan berikut fitur-fitur utama access point Aruba 630 series:
Beroperasi dengan tri-band yang komprehensif 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz dengan data rate agregat maksimum 3,9 Gbps serta ultra-tri-band filtering untuk meminimalisir interferensi.
Lebar pita 160 MHz di 6 GHz tersedia hingga tujuh channel guna mendukung aplikasi yang low-latency dan butuh bandwidth besar seperti video high-definition dan AR/VR dengan lebih baik.
Mendukung operasi dengan PoE power berstandar IEEE 802.3at, sehingga tidak perlu mengganti power supply yang ada.
Keamanan dengan WPA3 dan Enhanced Open untuk melindungi password dan data dengan lebih baik.
Failover yang fleksibel dengan dua port HPE Smart Rate Ethernet untuk 1 Gbps – 2,5 Gbps.
Tersedia dalam mode operasi cloud, dengan controller atau tanpa controller, untuk menangani implementasi di lingkungan kampus, kantor cabang, dan di lokasi remote.

Iklan Zebra Technologies
Whenever Businesses Find Their Edge, Zebra Is There.
ENHANCE PERFORMANCE WITH ENTERPRISE SCANNERS, MOBILE COMPUTERS, TABLETS, AND PRINTERS
More is expected of you every day, and as a result, you expect more from your technology — more efficiency, more accuracy, more durability. That is why Zebra engineers scanners, mobile computers, tablets, and printers with one purpose — to help you perform even better.
Using decades of innovation, we design every product with you in mind. Your day-to-day tasks. Your work conditions. Your pressures. Discover your performance edge with scanners, mobile computers, tablets, and printers with features and form factors made for you.

Gebyar Auto-ID Vol 57 Hybrid Cloud Bagian Penting Dari Solusi Kelangsungan Bisnis

Download : Gebyar Auto-ID Vol 57 Hybrid Cloud Bagian Penting Dari Solusi Kelangsungan Bisnis

EDITORIAL

Pembaca yang budiman,
Kembali kita membahas komputasi awan pada bulletin kali ini, di mana saat ini kami membawakan topik Hybrid Cloud.
Dengan berangsur dan perlahan kembalinya kita pada keadaaan sebelum pandemi, tentu saja kita menyadari bahwa secara operasional tidak akan sama lagi dengan yang sebelumnya, bahkan ketika nantinya pandemi ini dinyatakan tuntas. Kita sudah mengadopsi berbagai jalan baru untuk melakukan aktivitas, yang tentunya tidak akan serta-merta ditinggalkan. Pendekatan “jalan tengah” ini dapat digunakan sebagai analogi dari Hybrid Computing atau Hybrid Cloud, di mana ada kombinasi antara infrastruktur Private Cloud ataupun On-Premise, dengan fasilitas-fasilitas Public Cloud. Tentunya garis tengahnya sangat ditentukan pada kondisi dan ketentuan perusahaan serta fleksibilitasnya perihal pertukaran informasi, di mana kita ketahui kompatibilitas antar perangkat terutama jika berbeda merk dapat menjadi isu.
Kita dapat pahami bahwa pengadopsian Cloud dengan migrasi total secara sekaligus kemungkinan besar tidak ideal untuk kelancaran operasional. Tentunya kita perlu mempertimbangkan investasi yang sudah dikeluarkan untuk infrastruktur yang sudah ada sebelumnya, salah satunya berkaitan dengan nilai depresiasi dari aset yang sudah ada.
Pilihan Hybrid Cloud adalah yang saat ini banyak diadopsi oleh perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital dengan definitif namun juga dengan tahapan yang realistis menyesuaikan kondisi saat ini.
Rubrik lainnya seputar event, produk, tips & trik dan info-info lainnya dapat anda baca pada halaman selanjutnya.
Selamat membaca, salam sehat selalu, selamat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 bagi yang merayakannya.
Salam redaksi,

Irvan Kurniawan
Technology Services Manager ACS Group
PT. Autojaya Idetech
PT. Solusi Periferal

 

Topik

Hybrid Cloud Bagian Penting dari Solusi Kelangsungan Bisnis

by Irvan Kurniawan, Technology Services Manager ACS Group

Transformasi digital dan perkembangan bisnis yang meningkat serta tuntutan yang cepat dari pasar menjadikan migrasi ke cloud menjadi semakin tak terelakkan. Namun, karena kelangsungan data bisnis dan privasi keamanan yang tinggi pada beberapa bisnis, maka perusahaan dapat menggunakan arsitektur hybrid cloud dan tidak serta merta langsung memigrasikan bisnis dan data mereka ke public cloud. Perusahaan riset teknologi informasi, Gartner.Inc di tahun 2017, telah memprediksi sebelumnya bahwa 90 persen organisasi akan menggunakan solusi hybrid cloud dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi (TI) mereka. 1

Gambar 1. Hasil Survei Penggunaan Cloud2

Berdasarkan laporan Flexera’s 2021 State of the Cloud report, organisasi bisnis sedang dalam progres yang cepat dalam perjalanan mereka ke cloud, 92 persen perusahaan memiliki strategi multicloud; dan 80 persen memiliki strategi hybrid cloud. Laporan survei diadakan pada bulan Oktober dan November 2020, terhadap 750 global cloud decision makers.

Permintaan yang meningkat untuk solusi hybrid cloud ini didorong oleh berbagai faktor. Digitalisasi yang deras telah meningkatkan persaingan pasar ke titik di mana tidak cukup hanya menggunakan sumber daya dari public cloud semata. Diperlukan solusi berbasis cloud yang efektif dan efisien yang mengutamakan pelanggan dengan memberikan skalabilitas dan kemampuan beradaptasi yang lancar. Inovasi teknis seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) juga mendorong permintaan akan solusi cloud-edge dan kecerdasan berbasis data, membantu organisasi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin dinamis dan digital saat ini. Untuk memenuhi tuntutan teknis dan kebutuhan para pengguna yang berkembang ini, solusi hybrid cloud menjadi satu opsi untuk infrastruktur perusahaan saat ini.

Gambar 2. Komputasi Awan atau The Cloud

‘The Cloud’ mengacu pada server yang diakses melalui Internet dan perangkat lunak serta database yang berjalan di server tersebut, di mana perangkat server cloud berlokasi di pusat data di seluruh dunia. Dengan menggunakan komputasi awan, pengguna dan perusahaan tidak perlu mengelola server fisik sendiri atau menjalankan aplikasi perangkat lunak di mesin mereka sendiri.

Mengapa disebut ‘Cloud’?

“Cloud” adalah istilah dalam teknologi informasi, karena pada awal kehadiran Internet, gambar diagram teknis mengenai server dan infrastruktur jaringan yang membentuk Internet digambarkan sebagai sebuah “awan”. Karena semakin banyak proses komputasi yang berpindah ke server dan infrastruktur dari Internet, orang-orang mulai memperbincangkan untuk beralih ke “cloud” sebagai cara singkat untuk mengungkapkan di mana proses komputasi sedang berlangsung. Saat ini, istilah “cloud” adalah istilah yang dapat diterima secara luas untuk jenis komputasi ini.

Beberapa jenis deployment infrastruktur cloud yang umum, antara lain:

Private cloud: adalah perangkat server, data center, atau jaringan terdistribusi yang sepenuhnya didedikasikan untuk satu organisasi.

Public cloud: adalah layanan yang dijalankan oleh vendor eksternal yang mungkin menyertakan server di satu atau beberapa pusat data. Tidak seperti private cloud, pada public cloud digunakan bersama oleh banyak organisasi. Dengan menggunakan mesin virtual, perangkat server dapat terbagi penggunaannya oleh beberapa perusahaan yang berbeda, hal ini yang disebut dengan “multitenancy” karena beberapa penyewa menyewa ruang server dalam server yang sama.

Gambar 3. Private Cloud dan Public Cloud

Hybrid cloud: menggabungkan antara public cloud dan private cloud atau dengan infrastruktur on-premises legacy server. Sebuah organisasi dapat menggunakan private cloud mereka untuk beberapa layanan dan public cloud untuk keperluan lainnya, atau mereka dapat menggunakan public cloud sebagai cadangan atau backup dari private cloud mereka.

Multi-cloud: adalah jenis lainnya dari cloud deployment yang melibatkan penggunaan sejumlah public cloud. Penerapan multi-cloud juga bisa menjadi hybrid cloud, dan sebaliknya.

Gambar 4. Hybrid Cloud, Multicloud dan Multi/Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah sebuah kombinasi antara dua atau lebih infrastruktur TI (Teknologi Informasi) yang berbeda, antara sebuah public cloud dengan sebuah private cloud atau infrastruktur di on-premise. Penerapan infrastruktur hybrid cloud semakin umum karena banyak perusahaan ingin menggabungkan kekuatan komputasi dari public cloud dengan infrastruktur privat (private cloud) yang dikontrol lebih ketat.

Arsitektur hybrid cloud

Arsitektur hybrid cloud memiliki sedikit perbedaan karena gabungan infrastrukturnya yang berbeda. Penerapan hybrid cloud yang menggabungkan antara infrastruktur lokal dengan public cloud, seperti pada gambar berikut ini:

Gambar 5. Hybrid Cloud Paduan antara Public Cloud dengan Infrastruktur On-Premises

Sedangkan hybrid cloud yang merupakan paduan antara sebuah public cloud dengan sebuah private cloud, seperti pada gambar berikut ini:

Gambar 6. Hybrid Cloud Paduan antara Public Cloud dengan Private Cloud

Atau dapat pula merupakan kombinasi dari multiple public cloud, private cloud, dan infrastruktur TI di on-premises. Terlepas dari setup khusus yang digunakan, semua arsitektur hybrid cloud akan memiliki beberapa ciri yang sama, yakni:

Integrasi Data: Data organisasi akan disinkronkan di seluruh infrastruktur cloud publik dan non-publik mereka. Dalam melakukan sinkronisasi data di berbagai infrastruktur yang berbeda ini dapat menjadi tantangan, dan bisnis mungkin perlu menerapkan solusi teknis tambahan untuk menjaga konsistensi data secara otomatis.

Koneksi jaringan: Antara private cloud, legacy infrastructure, dan public cloud terhubung satu sama lain, baik melalui public Internet atau melalui jaringan. Konektivitas jaringan ini sangat penting agar penerapan hybrid cloud berfungsi.

Manajemen yang terpadu: Idealnya, manajemen hybrid cloud ditangani oleh satu alat menyeluruh, sehingga tidak perlu mengelola setiap cloud secara terpisah. Mengelola cloud secara terpisah bisa menjadi kesulitan karena setiap cloud akan memiliki API* yang berbeda, SLA** yang berbeda, dan kemampuan serta fitur yang berbeda.

*API, atau application programming interface, memungkinkan suatu aplikasi untuk memanggil atau “call” fitur atau fungsionalitas dari aplikasi lain atau dalam hal ini, layanan cloud dan menggabungkan fitur atau fungsionalitas tersebut ke dalam layanan aplikasi itu sendiri.

**SLA adalah service-level agreement, dan mendefinisikan mengenai layanan-layanan atau services yang disediakan oleh vendor cloud.

Bagaimana hybrid cloud terhubung?

Pada hybrid cloud, koneksi jaringan antara beberapa infrastruktur yang berbeda adalah suatu hal yang sangat penting. Jika tidak terhubung, maka organisasi belum menjalankan hybrid cloud yang sesungguhnya. Sebaliknya, yang dijalankan adalah sejumlah infrastruktur cloud secara paralel antara satu sama lainnya, dan datanya mungkin belum sinkron di antara semua infrastruktur cloud.

Antara public cloud, private cloud, dan infrastruktur di on-premises dapat terhubung dengan beberapa metode berikut:

VPN: atau virtual private network, memungkinkan koneksi yang aman dan terenkripsi melalui Internet. Karena lalu lintas data di VPN di-enkripsi, siapa pun atau mesin apa pun yang terhubung ke VPN dapat berkomunikasi dengan aman seolah-olah mereka terhubung ke jaringan internal pribadi. Dengan VPN, cloud dan infrastruktur lokal dapat terhubung dengan aman melalui Internet publik.

Gambar 7. Koneksi Cloud dengan Virtual Private Network (VPN)

WAN: atau wide area network adalah jaringan yang menghubungkan komputer jarak jauh, berbeda dengan jaringan area lokal (LAN) yang menghubungkan komputer secara lokal (dalam gedung yang sama atau di tempat yang sama). Koneksi melalui WAN lebih dapat diandalkan daripada koneksi melalui Internet publik. Koneksi WAN harus tetap mengenkripsi lalulintas datanya seperti pada menggunakan VPN untuk terhubung dengan hybrid cloud.

Gambar 8. Koneksi Cloud dengan Wide Area Network (WAN)

API: Integrasi API (Application Programming Interface) sangat penting untuk membuat hybrid cloud bekerja dengan menghubungkan platform, database, aplikasi, dan sebagainya. Panggilan API dikirim dari satu cloud ke cloud lainnya sebagai HTTP requests, dan panggilan tersebut dapat dikirim melalui koneksi Open Internet, VPN, atau WAN.

Gambar 9. Koneksi Cloud dengan Application Programming Interface (API)

Keuntungan menggunakan hybrid cloud

Fleksibilitas: Hybrid cloud memberi kemudahan untuk beralih dari beberapa jenis cloud deployment. Misalnya, jika suatu saat, bisnis dan organisasi ingin berpindah ke public cloud sepenuhnya, hal ini akan lebih mudah karena beberapa proses bisnis atau penyimpanan data storage dapat dilakukan segera di public cloud.

Variasi teknologi yang lebih luas: Melalui public cloud atau cloud publik, bisnis dapat menyertakan teknologi yang tidak praktis untuk dijalankan di private cloud atau cloud pribadi, seperti pemrosesan big data.

Backup untuk menghindari downtime: Jika ada salah satu cloud yang mengalami gangguan atau kendala, maka perusahaan dapat mengandalkan cloud lainnya, sehingga menghindari gangguan layanan. Jenis redundansi ini juga merupakan keuntungan dari penerapan multicloud.

Memenuhi lonjakan permintaan: Perusahaan dapat menjalankan sebagian besar prosesnya di cloud pribadi, lalu menggunakan cloud publik untuk daya komputasi ekstra guna menangani lonjakan beban kerja yang tiba-tiba, seperti pada saat lebih banyak pengguna mengakses situs eCommerce daripada biasanya yang dikarenakan adanya promosi. Strategi ini dikenal sebagai “cloud bursting”, karena beban kerja yang “meledak- bursts” dari satu cloud ke cloud yang lebih besar.

Potensi penghematan biaya: Pemeliharaan terhadap data center internal, seperti cloud pribadi, memerlukan biaya tinggi dan membutuhkan banyak sumber daya. Dengan memindahkan beberapa operasi ke cloud publik, organisasi tidak perlu memelihara infrastruktur sebanyak infrastruktur on-premise, yang tentunya berdampak mengurangi biaya.

Menyimpan data sensitive di on-premise: Beberapa organisasi menangani data sensitif, seperti data terkait keuangan, data informasi perawatan kesehatan, atau data karya dan hak milik intelektual. Menyimpan data semacam itu di on-premise memberi perusahaan lebih banyak kendali atas langkah-langkah keamanan dalam menjaga data sensitif. Dalam penerapan hybrid cloud, organisasi dapat menyimpan data sensitif di cloud pribadi yang aman, dan kemudian menggunakan cloud publik untuk menjalankan aplikasi lainnya.

 

Contoh implementasi hybrid cloud

  1. Untuk Kelangsungan Bisnis – Business Continuity

Penggunaan public cloud untuk DR (disaster recovery) adalah tujuan dari banyak tim IT perusahaan, sepertinya adalah suatu hal yang mudah namun menjadi tidak memungkinkan jika terdapat aplikasi yang tak memenuhi syarat karena platform IT yang dibangun ternyata secara signifikan tidak dapat berjalan pada lingkungan cloud.

Dengan memastikan bahwa setiap aplikasi dapat berjalan baik pada lingkungan hybrid-cloud ataupun multi-cloud, maka platform infrastruktur IT yang dibangun haruslah menjadi lebih mudah, lebih fleksibel, dan lebih cost-effective sehingga opsi business continuity dapat terjadi, seperti:

Perlindungan terhadap aplikasi dan data dengan arsitektur infrastruktur IT yang kuat (resilient architecture) dan proses recovery yang dapat dilakukan dari mana saja

Manfaatkan wilayah komputasi awan atau region cloud di seluruh dunia untuk melakukan regionalisasi proses backup dan DR (disaster recovery)

Terjadinya proses downtime menurun dan proses recovery yang cepat

Penggunaan alat bantu (tools) untuk proses backup and recovery yang tidak menambah kompleksitas.

  1. Elastisitas Sesuai Permintaan – On Demand Elasticity

Mobilitas aplikasi yang mudah memungkinkan pemanfaatan public cloud untuk mendapatkan akses ke sumber daya tambahan sesuai kebutuhan. Misalnya, pada saat pandemi, kebutuhan yang meningkat pada komputasi EUC (end user computing) daripada yang dapat disediakan oleh data-center dalam waktu singkat. Ketersediaan mobilitas untuk memindahkan atau memperluas aplikasi ke public cloud untuk mendapatkan akses ke daya komputasi yang diperlukan. Beberapa hal kapabilitas yang terkait elasitas infrastruktur yang sesuai kebutuhan dan permintaan, seperti:

Secara cepat dan mudah dalam memperluas kapasitas aplikasi dan workloads untuk memenuhi kebutuhan musiman (seasonal) atau sementara

Opsi dengan menyediakan kapasitas data center yang optimal untuk memenuhi permintaan pada saat kondisi normal dan masuk ke public cloud pada saat puncak permintaan

Pemindahan lisensi antar cloud dapat dilakukan untuk memaksimalkan nilai investasi

Memanfaatkan layanan mandiri dan otomatisasi untuk merampingkan operasional

Secara efektif dalam melakukan pengurangan biaya-biaya cloud dengan mengoptimalkan penggunaan dan pembelian paket yang tepat dan sesuai

Pengendalian biaya dengan menghibernasi instance di public cloud saat tidak digunakan

  1. Lift and Shift

Istilah lift and shift adalah mengenai konsolidasi data-center dan migrasi perpindahan sejumlah aplikasi ke lingkungan cloud. Tentunya bukan hal mudah dalam menaikkan dan memindahkan (lift and shift) sejumlah aplikasi dari private-cloud ke public-cloud tanpa menata ulang platform dan factor.

Dengan kemudahan dan kebebasan dari Nutanix, vendor berpengalaman dalam enterprise cloud platform dalam memindahkan aplikasi tanpa perubahan kode (no code changes) di mana diharuskan atau hal yang paling memungkinkan pada kondisinya guna memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berubah. Nutanix menjawab hal ini, antara lain dengan:

Kecepatan membangun infrastruktur hybrid-cloud dalam waktu singkat

Migrasi VM (virtual machine), container, storage, dan data

Visibilitas dengan single control plane untuk kemudahan dalam manajemen hybrid-cloud

Mendukung semua public cloud ternama dan private cloud lokal

Konsolidasi mengenai konsumsi sumber daya dan biaya di lingkungan cloud dengan mudah untuk memahami keseluruhan pemanfaatan dan biaya konsumsi yang sebenarnya

  1. Cloud Native Services

Banyak perusahan yang sedang bertranformasi menuju cloud native. Cloud native ini bukanlah hanya sekadar kumpulan teknologi dan tools yang digunakan. Tetapi juga merupakan pendekatan filosofis untuk membangun aplikasi yang sepenuhnya memanfaatkan cloud computing. Paradigma baru ini tidak hanya merangkul teknologi baru tetapi juga cara kerja yang baru seperti customer-centric, learning culture, agile development, fokus pada product, automasi dalam delivery process, penerapan open-source yang kental.

Salah satu layanan cloud native adalah cloud native database (PolarDB dan AnalyticDB dari Alibaba Cloud) yang memiliki elastisitas dan reliablitas tinggi dengan dukungan kapasitas hingga 100 TB dan dapat dikonfigurasikan hingga maksimum 16 node. Layanan cloud native database ini telah terbukti mampu menangani 87 juta permintaan per-detik pada saat puncak festival belanja global Alibaba 11/11. Dan untuk yang familiar dengan database dalam format MySQL, PostgreSQL atau Oracle, maka PolarDB database sangat kompatibel.

Adapun AnalyticDB, memiliki kemampuan menangani transmisi data hingga puluhan miliar yang diproses dengan cepat secara real time. Layanan ini mengadopsi arsitektur komputasi fleksibel dan terdistribusi, yang memisahkan antara komputasi dan penyimpanan.

  1. Dev/Test

Pengujian pengembangan (DevTest) adalah pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk mendekatkan fase pengembangan dan fase pengujian. Pengembangan aplikasi dan perangkat lunak merupakan critical path bagi banyak perusahaan di semua industri. Solusi hybrid cloud memungkinkan tim IT tidak kekurangan akan sumber daya infrastruktur IT yang diperlukan. Sehingga pengembang aplikasi dan engineers dapat memanfaatkan sumber daya yang terdapat di cloud lokal dan public cloud sesuai kebutuhan tanpa harus mengubah proses.

Kemudahan dalam deployment aplikasi pada lingkungan pengujian (test environments) dan adanya layanan-mandiri atau self-service untuk akses ke sumber daya dengan segera, seperti:

Melakukan provision dev/test environments pada lingkungan cloud ketika dalam pemilihan

Mengakselerasi pengembangan atau development dengan mengurangi akan biaya infrastruktur

Melakukan pengembangan VM – virtual machine atau containers/Kubernetes

Pemilihan cloud deployment

Memilih cloud deployment yang tepat akan memperhitungkan beberapa faktor. Namun pada umumnya adalah faktor biaya dan keamanan (cost and security).

Biaya

Publik cloud umumnya menghasilkan biaya overhead yang lebih rendah dan lingkup manajemen langsung yang lebih sedikit daripada jenis infrastruktur lainnya. Karena vendor penyedia layanan cloud telah menangani sebagian besar ruang lingkup, seperti tanggung jawab dari pemeliharaan pusat data, menyediakan perangkat server, menerapkan pembaharuan keamanan, dan sebagainya. Untuk alasan ini, bisnis yang manakah faktor biaya menjadi faktor penentu, mungkin para pebisnis akan lebih cenderung memilih beralih ke penerapan cloud publik sepenuhnya, dan penerapan multicloud.

Keamanan

Untuk bisnis yang memiliki standar peraturan keamanan yang tinggi dan diharuskan memperhatikan undang-undang perlindungan data, seperti SOX, HIPAA, GDPR, dan CCPA guna memastikan bahwa data akan tetap aman dan sesuai dengan kepatuhan akan ketentuan dan peraturan industri, maka penerapan hybrid cloud mungkin yang terbaik. Dengan hybrid cloud, mereka dapat menyimpan beberapa data di lingkungan yang lebih terkontrol, seperti cloud pribadi atau di pusat data lokal.

Namun, lingkungan yang dikontrol ketat tidaklah selalu lebih aman. Seringkali, vendor cloud publik memiliki lebih banyak sumber daya untuk menerapkan patch dan melindungi data daripada bisnis individu, semua kembali tergantung pada anggaran keamanan organisasi.

Faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan:

Waktu dan upaya untuk migrasi ke cloud: Memindahkan data dan operasi bisnis sepenuhnya ke cloud dapat menjadi tugas yang membutuhkan banyak sumber daya (walaupun bagi banyak bisnis hal ini sepadan dengan usaha). Migrasi sepenuhnya ke cloud mungkin tidak langsung layak atau sepadan untuk beberapa bisnis, yang menyebabkan mereka mengadopsi strategi hybrid cloud.

Keandalan – Reliability: Melakukan deployment multiple clouds dapat membantu menjaga situs web dan aplikasi tetap aktif dan berjalan selama periode permintaan pengguna yang tinggi, karena backup cloud dapat mengambil beberapa beban kerja jika satu cloud kewalahan.

Vendor lock-in: Menggunakan beberapa cloud publik dapat mengurangi ketergantungan pada salah satu vendor cloud. Perbandingkan jenis layanan antar penyedia cloud dan bagaimana unsur kinerja, keamanan, dan keandalan para vendor penyedia cloud tersebut.

Kinerja – Performance: Jika cloud publik dengan infrastruktur pusat datanya berada dalam wilayah lokal (dalam negeri), maka migrasi ke cloud dapat sangat meningkatkan kinerja karena mengurangi latency atau waktu tunda.

ACS Group bersama dengan Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan public cloud dan Nutanix, vendor infrastruktur TI dengan enterprise cloud platform-nya akan siap selalu mendukung para pelanggan setia dalam implementasi hybrid cloud yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan anda.

Event

Virtual Event ACS Group

Mulai Februari sampai dengan akhir Oktober 2021 selama masa pandemi ini, ACS Group masih melakukan kegiatan update knowledge lewat event secara virtual. Kegiatan event Februari sampai Agustus sudah kami beritakan di 3 edisi sebelumnya.

Untuk kegiatan event virtual via zoom webinar selama bulan September dan Oktober adalah sebagai berikut:

SEPTEMBER 2021

ACS mengadakan Webinar #StageUp via zoom Online & Youtube channel pada tanggal 1 September 2021, yang membahas Asset Management & Tracking System(AMTS) dimana AMTS sendiri adalah software yang dibuat dan dikembangkan sendiri oleh ACS Group untuk memenuhi kebutuhan pencatatan dan monitoring Asset.

Sesi webinar ini membicarakan mengenai update fitur baru dari AMTS v6.1, yaitu :

Data Staging via API : Dimana AMTS menyediakan fasilitas untuk menjembatani data yang ada di back end Customer ke data server AMTS seperti untuk data master asset, lokasi, dan transaksi opname, movement, mutasi serta peminjaman

RFID System : Modul yang disediakan untuk fitur RFID adalah Modul Mobile Opname, register  dan Gate Last Location. RFID akan membantu pembacaan dan pencatatan secara cepat dan akurat untuk beberapa jenis asset yang tingkat pergerakan pemakaiannya cukup tinggi.

Dengan tambahan fitur-fitur tersebut maka AMTS akan sangat membantu dan memastikan bahwa pencatatan asset bisa dilakukan dengan mudah, cepat dan akurat.

Di bulan yang sama ACS bekerjasama dengan Fortinet dan PT. ECS Indo Jaya selaku distributor produk-produk keamanan dan jaringan dari Fortinet yang mengusung tema “#FortiShades: Accelerated convergence of Networking and Security” pada tanggal 15 September 2021.

Genar Triadi, selaku presales engineer ECS Indo Jaya membagikan informasi mengenai Fortinet, dengan solusi Fortinet Security Fabric memungkinkan organisasi untuk mencapai hasil inovasi digital mereka tanpa kompromi dengan menghadirkan platform keamanan siber sesungguhnya yang menyediakan:

Broad: Adanya visibilitas dan perlindungan terhadap seluruh permukaan serangan digital untuk mengelola risiko dengan lebih baik

Integrated: Solusi yang dihadirkan untuk mengurangi kompleksitas manajemen dan berbagi threat intelligence

Automated:  Pemulihan jaringan dengan teknologi keamanan berbasis AI (artificial intelligence) untuk operasi yang cepat dan efisien

Strategi Security-driven Networking atau jaringan berbasis keamanan dari Fortinet secara erat mengintegrasikan infrastruktur jaringan dan arsitektur keamanan organisasi, memungkinkan jaringan untuk berkembang dan berubah tanpa mengorbankan aspek keamanan. Pendekatan ini sangat penting karena secara efektif dapat mempertahankan lingkungan digital yang sangat dinamis sekarang ini.

Fortinet adalah satu-satunya vendor keamanan digital yang mengembangkan dan membangun teknologi security processing unit – SPU khusus untuk memberikan kinerja dan nilai terbaik. Fortinet dengan FortiGuard Labs-nya menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) yang paling efektif dan terbukti di industri untuk memproses dan menganalisis lebih dari 100 miliar events setiap hari, mengirimkan intelijen ancaman secara real-time yang dapat ditindaklanjuti kepada pelanggan. Perpaduan antara FortiOS, teknologi SPU yang dibuat khusus, dan threat intelligence bertenaga AI menunjukkan komitmen Fortinet terhadap inovasi dan keunggulan keamanan siber.

Oktober 2021

Perangkat endpoints seperti laptop, perangkat mobile dan lain sebagainya merupakan sasaran dari serangan siber dan pencurian data, untuk mengantisipasi hal tersebut ACS Group bersama DriveLock mengadakan event virtual dengan tema #GasPedal : DriveLock is the endpoint protection Champion! pada tanggal 6 Oktober 2021.

Mario Pranoto, selaku Channel Manager APAC dari DriveLoc vendor keamanan siber dari Jerman yang memastikan bahwa solusi keamanan DriveLock sangat kedap tanpa backdoor dan telah banyak diimplementasikan di berbagai industri dan enterprise ternama di seluruh dunia.

Pembicara lainnya Ricky Lie, Senior Engineer ACS Group membahas secara gamblang mengenai bagaimana pengamanan endpoints dengan menggunakan solusi dari DriveLock seperti device control, application control, encryption dan security awareness serta integrasi dengan Microsoft Windows untuk management BitLocker dan anti-virus Ms. Defender.

Live demo solusi-solusi DriveLock disampaikan oleh Empianus Eko Putra, Presales Engineer ACS Group, antara lain fitur device control, application control, encryption dan security awareness serta management anti-virus Ms. Defender.  Dengan live demo menjadi semakin jelas bagi para peserta bagaimana cara kerja dari DriveLock dalam mengamankan perangkat endpoints.

Event lainnya yaitu dengan thema #ThruTheBosch– Bosch’s Security and Safety System pada tanggal 27 Oktober 2021, ACS bekerjasama dengan Bosch dan  PT. Synex Metrodata Indonesia. Perangkat CCTV dan Video dari Bosch tidak hanya digunakan untuk perangkat keamanan saja, tapi jauh lebih luas lagi untuk industri yang lain. Teknologi ini digunakan sebagai analytic tool untuk memberikan Decision Making (Alat Pengambil Keputusan). Bayangkan, jika anda dapat mengharapkan yang tidak terduga, dan tahu apa yang selanjutnya akan dilakukan. Banyaknya data yang di capture, bisa diolah menjadi input untuk pengambilan keputusan. Karena anda sudah tau apa yang akan dilakukan, maka anda dapat meningkatkan atau mengembangkan bisnis yang baru, mengurangi biaya operasi, memiliki kekuatan untuk memprediksi peristiwa yang akan datang.

Joint Event HITA INDONESIA

National Information Technology Conference 2021

Holiday Inn Bandung Pasteur | 9 October 2021

Situasi bisnis perhotelan saat ini terhenti akibat pandemic, oleh sebab itu, peran pakar IT, hotel, restoran dan kafe sangat dibutuhkan untuk meningkatkan engagement di sektor hospitality. Asosiasi profesi dalam bidang teknologi informasi untuk industri hospitality HITA(Hotel Information and Technology Association) menggelar Konferensi yang mempertemukan sekelompok pakar IT dari seluruh Indonesia di bidang perhotelan dan pariwisata.

ACS Group bersama Aruba HPE ikut serta dalam acara ini untuk memperkenalkan Aruba Next Gen Network dimana dengan Aruba dan rangkaian AP(Access Point) WiFi 6 terbaru dari Aruba, kita dapat mengaktifkan konvergensi jaringan yang mendukung banyak protokol, bukan hanya WiFi, tetapi juga BLE dan Zigbee. Hal ini juga memungkinkan perangkat IOT seperti Chromecast dapat terhubung (yang saat ini sebagian besar dilakukan di hotel-hotel karena kemudahan dalam penerapannya dan tidak memiliki implikasi keamanan apa pun).

Dengan AP yang mendukung BLE, user saat ini memiliki kemampuan untuk mendukung pelacakan baik aset troli hotel atau troli makanan dan aset-aset lainnya tanpa memiliki jaringan overlay terpisah. Hal ini juga memungkinkan dukungan untuk solusi keamanan staf seperti TraknProtect dan React Mobile yang berbasis Bluetooth. Selanjutnya, agar tamu hotel dapat membawa kunci pintu secara online, mereka biasanya perlu menggunakan jaringan terpisah untuk hub zigbee. Ini membutuhkan kabel terpisah dan dalam beberapa kasus switch terpisah. Namun, AP Aruba dengan zigbee interface memungkinkan kunci pintu ini online tanpa jaringan overlay terpisah. Dengan menggunakan pendekatan ini maka hotel dapat menghemat sekitar 60% dari keseluruhan biaya infrastruktur.

Product Highlight

Alibaba Cloud Hybrid Backup & Recovery (HBR) Appliance

Solusi perlindungan data yang lengkap yang mendukung keperluan backup data dan disaster recovery.

Perangkat Alibaba Cloud Hybrid Backup & Recovery (HBR) mendukung mainstream operating systems seperti Windows 7/8/10, Win Server 2008 & versi-versi diatasnya, Centos, RHEL, SUSE, Ubuntu dengan infrastruktur VMware, physical server (fi­le backup).

Perangkat Alibaba Cloud Hybrid Backup & Recovery (HBR) terintegrasi dengan Alibaba Cloud Backup & Recovery Service menjadikan proses backup data yang lancar. Semua usaha dalam melakukan proses backup dilakukan dalam perangkat tanpa harus menambah sumber daya ekstra. Hal ini akan mempermudah dalam implementasi solusi backup & recovery, karena perangkat HBR bertindak sebagai jembatan antara server ‘on-premise’ pelanggan dengan public cloud. Perangkat HBR dilengkapi dengan dual power source, dual network ports, hot-backup disks dan lainnya, yang menghadirkan keamanan dan kestabilan dalam mengoperasikan proses backup data. Setelah proses backup data secara automatically, perangkat HBR akan melakukan enkripsi, deduplikasi dan upload data ke cloud serta menjaga keseimbangan antara keamanan dan efisiensi jaringan selama proses backup berlangsung guna melindungi data-data yang kritikal.

Alibaba Cloud Log Service (SLS)

Log Service (SLS) adalah layanan pencatatan data yang lengkap secara real-time dan telah dikembangkan oleh Alibaba Group. Log Service (SLS) mendukung pengumpulan, konsumsi, pengiriman, pencarian, dan analisis log, serta meningkatkan kapasitas pemrosesan dan analisis log dalam jumlah besar.

Dengan Log Service (SLS) memungkinkan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber data seperti perangkat server, aplikasi, perangkat lunak open-source, perangkat IoT, perangkat mobile, dan layanan Alibaba Cloud lainnya. Dan sejumlah data yang telah terkumpul tersebut dapat di-transfer dengan protokol standar.

Metode yang digunakan dalam mengelola berbagai sumber daya dalam Log Service dapat menggunakan Log Service console, API, SDK, atau CLI.

Manfaat dari Alibaba Cloud Log Service (SLS) antara lain:

Metode import yang terpadu: Log Service memungkinkan meng-import data dari berbagai jenis sumber data.

Intelligent: Log Service menyediakan kemampuan AIOps yang secara cerdas dapat mendeteksi pengecualian (exceptions) dan menganalisis root causes.

Efisiensi: Log Service dapat melakukan collect, query, dan analisa hingga puluhan miliar log data rows secara real time.

One-stop service: Log Service memungkinkan dalam mengumpulkan, transform, query, analisis, dan memvisualisasikan data serta konfigurasi peringatan (alert) terhadap data-data tersebut.

Skalabilitas: Log Service menyediakan kemampuan penskalaan otomatis untuk petabyte data.

Efektivitas biaya: Log Service mendukung metode pay-as-you-go sehingga biaya yang dikenakan sesuai dengan penggunaan yang sebenarnya. Biaya total cost of ownership (TCO) dapat berkurang hingga lebih dari 50% dengan Alibaba Cloud Log Service (SLS).

Aruba 500H Series Hospitality Access Points

Aruba Access Point (AP) tipe 500H untuk remote office/home dan perhotelan. Model 500H adalah tipe access point khusus yang terdiri dari 2 tipe 503H dan 505H di mana keduanya adalah model access point yang sangat pas digunakan jika kita ingin melakukan model deployment home office atau untuk digunakan di kamar hotel. Home Office yang menggunakan model ini dengan memasangnya di rumah ketika dikoneksikan ke internet di rumah, AP ini secara otomatis akan membuat jalur VPN khusus ke kantor sehingga kita dapat langsung terkoneksi dengan SSID seperti layaknya sedang di kantor walaupun sedang Work From Home (WFH) dengan tingkat security yang sama persis seperti di kantor. AP ini juga dapat berfungsi seperti sebuah switch kecil sehingga dari AP ini dapat dikoneksikan perangkat-perangkat lain seperti printer, scanner, IP Phone, IP TV dan lain-lain. Sehingga penggunaan di kantor cabang dan ruang kamar hotel menjadi sangat ideal.

Agregasi data dari AP ini dapat mencapai 1.5 Gbps dengan downlink (fungsi switch) gigabit menjadikan AP ini sangat ideal untuk penggunaannya.

Kelebihan utama AP jenis ini:

Menggabungkan fungsi wireless dan wired dapat sebuah perangkat.

Sangat ideal untuk digunakan WFH, teleworker, event di luar kantor dan deployment di hotel.

Kecepatan throughput upto 1.5 Gbps

Mempunyai 4 downlink gigabit dan 1 uplink multigig.

Dilengkapi tingkat keamanan terbaru dengan WPA3 dan Enhanced Open Security.

Dengan teknologi terbaru yang dapat menyelesaikan masalah sticky client di WiFi 6 dan WiFi 5.

Efisiensi multi-user terbaik dengan teknologi OFDMA.

IoT ready dengan bluetooth 5 dan Zigbee.

AP ini memiliki mode routing data yang dinamakan split-tunneling yang berarti secara smart, AP ini dapat membedakan akses menuju ke server di head office dan akses untuk ke internet langsung dan membedakannya sehingga dapat meningkatkan efisiensi jaringan dimana akses internet tidak perlu diberlakukan tunneling.

Dengan Wirelesss LAN (WLAN) controller di head office yang dapat mengontrol AP ini secara terpusat sehingga kita dapat men-deploy secara luas dan besar tanpa perlu memusingkan deployment dan konfigurasinya yang bisa diatur secara terpusat. Semua konfigurasi seperti SSIDs, VLAN, ACLs, dan lain-lain dapat dilakukan dari head office.

Instalasi AP model ini sangat fleksibel bisa dipasang di dinding terintegrasi dengan wall-plate jack yang sudah memiliki data akses atau se simple menggunakan tambahan bracket seperti kaki sehingga dapat cukup diletakan di meja.

Management menggunakan cloud bisa menjadi opsi dengan menggunakan Aruba Central sehingga dapat sangat memudahkan pengaturan perangkat ini.

AP ini memiliki konfigurasi antenna seperti berikut:

AP-503H: 2 antenna semi-direction terintegrasi dengan MIMO 2×2 dimana di 2.4 GHz memiliki gain tertinggi 2.5 dBi dan 5.6 dBi di 5 GHz.

AP-505H: 2 antenna semi-direction terintegrasi dengan MIMO 2×2 dimana di 2.4 GHz memiliki gain tertinggi 5.2 dBi dan 5.4 dBi di 5 GHz.

Beam Cost Governance

Saat mengembangkan adopsi multicloud, sering kali dikejutkan oleh biaya tagihan cloud yang sangat tinggi. Dan untuk mencegah pengeluaran yang tidak terkendali, diperlukan alat yang memberikan visibilitas terpadu baik di cloud lokal dan publik, disertai dengan kebijakan tata kelola biaya secara otomatis untuk menjaga pembelanjaan cloud sesuai anggaran.

Nutanix Beam adalah multicloud management platform yang dapat mengoptimalisasi alokasi sumber daya dan mengurangi biaya penggunan cloud. Nutanix Beam, layanan tata kelola biaya cloud dari Nutanix dapat membantu pelanggan dengan:

Visibilitas terpadu konsumsi cloud lokal dan publik seperti AWS, Azure dan lainnya.

Penghematan biaya sebesar 35% atau lebih dengan menyesuaikan ukuran sumber daya, otomasi tugas, dan mengoptimalkan rencana pembelian.

Menyampaikan laporan tagihan chargeback yang akurat yang membantu mendorong akuntabilitas keuangan.

Manfaat utama dari Nutanix Beam adalah kendali dalam penghematan biaya penggunaan cloud baik pada lingkungan private cloud dan public cloud, seperti:

Visibilitas mengenai konsumsi pemakaian cloud

Optimalisasi dalam penggunaan sumberdaya cloud

Kontrol terhadap konsumsi cloud

Nutanix Clusters – A True Hybrid and Multicloud Solution

Di era inovasi digital saat ini, banyak organisasi bisnis yang memerlukan pengoperasian aplikasi dan data mereka dalam lingkungan hybrid cloud yang mencakup private cloud di lokal dan public cloud. Namun, memperluas dari private cloud ke public cloud tentunya mendapatkan tantangan, seperti kebutuhan untuk mengelola jaringan yang kompleks, kebutuhan untuk merancang ulang aplikasi, dan mengelola beberapa alat infrastruktur untuk berbagai cloud. Hal yang paling mendesak untuk beberapa hal tersebut adalah adanya satu platform yang dapat menjangkau private cloud, distributed cloud, dan public cloud sehingga operator dapat mengelola aplikasi tradisional dan modern menggunakan platform cloud yang konsisten.

Nutanix Clusters menghadirkan platform hybrid cloud dan multicloud pertama di industri dengan fleksibilitas, kemudahan, dan efisiensi biaya yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi di private cloud ataupun di multiple public cloud. Cluster Nutanix dapat diperluas dan kemudahan dalam penggunaan dari perangkat lunak infrastruktur hyperconverged (HCI) Nutanix serta full Nutanix stack ke public cloud seperti AWS dan lainnya. Dengan menggunakan platform yang sama pada private cloud dan public cloud, Nutanix secara dramatis mengurangi kerumitan operasional seperti migrasi, extending atau bursting aplikasi dan data antar cloud. Operator dapat menggunakan single management plane untuk benar-benar mengelola infrastruktur private cloud dan public cloud yang dikelola dan dioperasikan sebagai cloud tunggal.

Manfaat utama dari Nutanix Clusters:

Platform terpadu untuk mengelola private cloud dan multiple public cloud

Migrasi aplikasi ke public cloud tanpa harus retooling

Meningkatkan kapasitas tambahan dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan musiman

Memindahkan aplikasi dan VM tanpa risiko migrasi yang major

Menghilangkan kerumitan dengan built-in integration ke jaringan public cloud

Mengelola infrastruktur di beberapa cloud dari satu konsol

Corporate & Principal Info

Kejar Herd Immunity, Semua Staff ACS Group Sudah di Vaksin

Pelaksanaan Vaksinasi Nasional oleh Seluruh Staff ACS Group saat ini sudah selesai, baik staf yang ada di Kantor Pusat maupun di seluruh cabang-cabang.

Merupakan wujud komitmen ACS Group dalam mendukung kegiatan vaksinasi nasional sekaligus mengejar terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok).

Program yang dilaksanakan sejak awal Juli 2021 tersebut ini merupakan bentuk konsistensi ACS Group dalam rangka mewujudkan percepatan vaksinasi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Selain itu, kegiatan vaksinasi merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam memastikan seluruh karyawan ACS Group aman dari ancaman Covid-19 dalam beraktivitas.

ACS Group sebagai Zebra Printer Repair Specialists (PRS)

Sebagai komitment purna jual yang harus berkesinambungan, ACS Group saat ini terus menerus melanjutkan partner Zebra sebagai Zebra Printer Repair Specialists (PRS) yang memberikan rasa aman dan nyaman untuk pelanggan berupa layanan purna jual yang dapat dilakukan di lokasi pelanggan atau di lokasi kami untuk semua printer Zebra Technologies.

Pengalaman ACS Group yang kurang lebih sudah 30  tahun tepatnya sejak 1992 di bidang AUTOID menjadi pertimbangan Zebra untuk selalu menjadikan ACS sebagai Zebra Printer Repair Specialists dari tahun ke tahun.

ACS Group juga memiliki Engineer yang sangat terlatih serta berpengalaman puluhan tahun dalam menyediakan layanan perbaikan purna jula printer Zebra untuk bisnis nasional baik dari kantor pusat Jakarta maupun di cabang-cabang ACS Group.

Kualifikasi ini bagi ACS Group merupakan kepercayaan yang besar dan tentunya sudah memenuhi standard yang diminta dari pihak Zebra Technologies kepada ACS Group untuk memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan setianya.

ACS Group sebagai Partner Advanced RFID Specialist

Sesuai dengan komitmen kami kepada pelanggan untuk selalu konsisten dan persisten mengupdate dan meningkatkan kemampuan kami pada solusi RFID sejak RFID tersebut dikenalkan kepada pasar Indonesia di awal tahun 1995 dan Zebra Technologies kembali menunjuk ACS sebagai Partner Advanced RFID Specialist.

Sebagai RFID Spesialis untuk Zebra Technologies adalah indikator komitmen ACS Group terhadap pasar Indonesia demi menjaga solusi yang kami berikan harus berjalan dan sukses sesuai yang kami janjikan.

Klasifikasi seperti ini tidak mudah diperoleh karena harus melewati proses pengujian yang panjang dan sertifikasi Zebra yang ketat agar dapat menawarkan produk solusi RFID dari Zebra kepada pelanggan di Indonesia.

Menjadikan RFID sebagi solusi yang tepat guna tentunya tidak semudah impelemtasi barcode karena RFID membutuhkan enginer yang berpengalaman dalam implementasi RFID, implementasi RFID memiliki kompleksitas enginering yang unik dari pemilihan tag RFID, antena sampai dengan readernya agar sesuai dengan bisnis proses.

ACS Group sebagai Mitra dari produk Solusi Bosch Security

ACS Group saat ini bertindak sebagai mitra dari solusi produk Bosch Security, Bosch Security sendiri merupakan Perusahaan yang  berasal dari negara Jerman. Bosch Security menawarkan produk, solusi, layanan, keselamatan dan komunikasi serta sistem keamanan yang inovatif dan berkualitas tinggi. Solusi Bosch Security adalah produk yang berkualitas meliputi sistem video pengawas(CCTV), sistem pengendalian akses, sistem pendeteksi instruksi, pendeteksi api, sistem evakuasi, sistem manajemen keamanan untuk meminimalkan biaya kepemilikan. Dengan meningkatnya gangguan dan ancaman keamanan yang terus meningkat saat ini, solusi sekuriti terintegrasi menjadi suatu kebutuhan yang harus disediakan oleh end user untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka, ACS Group dan Bosch Security siap membantu anda.

Tips & Trik

Meningkatkan Performa WAN dengan Desentralisasi

Dalam jaringan komputer istilah SDN (Software-Defined Network) merupakan sebuah jaringan komputer yang memiliki pendekatan terhadap management-nya serta sangat dipengaruhi oleh perangkat lunak. Pengaruh perangkat lunak ini membuat jaringan mirip cloud computing namun ada banyak faktor yang disempurnakan. Bagian mana yang disempurnakan tergantung di area mana SDN ini diterapkan.

Implementasi SDN di sisi Edge-Network atau bisa dibilang bagian ujung dari jaringan, merupakan gateway yang berkomunikasi antar site atau yang biasa disebut sebagai SD-WAN (Software-Defined Wide-Area Network). Penerapan Edge computing akan membuat kita mulai meninggalkan sentralisasi data yang secara tradisional sering diterapkan, yang secara negatif berimpact terhadap besarnya kapasitas yang diperlukan di sisi pusat, karena sentralisasi tersebut.

Model seperti ini kita analogikan kalau di Indonesia, katakanlah hanya punya 1 bandara internasional yaitu di Jakarta sehingga dari semua daerah di Indonesia ketika mau melakukan penerbangan international harus ke Jakarta dulu baru melanjutkan penerbangan internasional. Bayangkan jika ini terjadi di jaringan kita dimana data dari semua cabang perusahaan harus singgah di head office dulu, betapa sibuknya dan begitu besar bottleneck yang terjadi.

Pendekatan SD-WAN adalah untuk merubah sentralisasi jaringan antar site yang tradisional tersebut dengan menerapkan konsep desentralisasi dimana komputasi data, setidaknya di sisi WAN, tidak lagi terjadi sentralisasi tetapi desentralisasi, dimana setiap edge-network di setiap site mampu melakukan komputasi dan routing sendiri tanpa harus melakukan forward traffic ke head office. Konsep ini dapat dilakukan ketika kita menggunakan perangkat router yang smart yang mampu melakukan konsep tersebut dengan baik.

Dalam konsep SDWAN yang baik pada layer-7, sebuah router harus mampu melakukan DPI (deep packet inspection) untuk dapat menilai sebuah paket harus diperlakukan seperti apa. Dengan DPI, router dapat mengetahui aplikasi apa yang digunakan oleh user, siapa yang menggunakan, kemana destination paket, dan sebagainya. Sehingga dengan data tersebut, router dapat melakukan klasifikasi apakah paket tersebut digunakan untuk pekerjaan operasional kantor, aplikasi voice/video yang critical, aplikasi browsing biasa, dan lain-lain.

Dengan konsep di atas, WAN secara tradisional yang biasa menggunakan MPLS(Multi-protocol Label Switching) untuk semua traffic, dapat mengurangi kapasitas MPLS sehingga digunakan hanya untuk aplikasi kritikal operasional saja dan dapat menggunakan internet biasa yang lebih sederhana untuk aplikasi lain seperti internet dengan SLA untuk layanan voice/video yang terpisah dengan MPLS. Ada banyak keuntungan dengan design seperti ini di mana MPLS dapat mengurangi bandwidth-nya dan voice/video mendapat delay lebih rendah karena tidak digabung dengan aplikasi lain. Jika memungkinkan, kita bisa menambahkan 1 lagi line internet tanpa SLA untuk penggunaan internet sehari-hari yang tidak memerlukan komitmen bandwidth. 3 jalur terpisah tersebut dapat dipisah-pisah di sisi cabang tanpa perlu semuanya di tunnel ke kantor pusat sehingga ada banyak penghematan yang bisa dilakukan.

Gartner menyebutkan ada beberapa poin vital yang harus dimiliki perangkat SDWAN, yaitu:

Software yang dapat melakukan: routing, pemilihan jalur WAN secara layer-7 (Aplikasi), VPN, dan firewall basic.

Bentuk perangkat: software ataupun physical hardware dan user yang bekerja secara remote, kantor cabang, ataupun cloud.

Manajemen perangkat: konfigurasi terhadap semua perangkat (zero-touch provisioning), berbagai fungsi manajemen, visibilitas terhadap perangkat, user, dan data, reporting atau laporan rutin, dan kemampuan integrasi atau API (Application Programming Interface).

Juga disebutkan akan lebih baik apabila perangkat tersebut memiliki beberapa kelebihan sekunder seperti:

Kemampuan advanced firewall seperti layer-7 firewall, Secure Web Gateway (SWG),  Cloud Access Security Brokers (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP).

Kemampuan integrasi services dengan perangkat lain.

Integrasi dengan cloud.

Memiliki kapabilitas untuk peningkatan performa dengan aplikasi seperti WAN optimizer dan optimasi dengan SaaS(Software as a service).

Integrated controller untuk Wireless LAN untuk fungsi SD-Branch.

Gebyar Auto-ID Vol 56 Akselerasi Bisnis Dengan Public Cloud yang Fleksibel dan Tangkas

Download : Gebyar Auto-ID Vol 56 Akselerasi Bisnis Dengan Public Cloud yang Fleksibel dan Tangkas

Pembaca yang budiman,

Salam sehat dan sejahtera untuk kita semua, semoga pandemi COVID-19 dapat berakhir secepatnya.
Sealiran dengan pengkondisian New Normal yang harus kita terima kenyataannya, “Perkembangan teknologi terus menawarkan solusisolusi baru dengan tingkat akselerasi yg semakin cepat”, mengharuskan kita mengikuti dan melakukan adopsi dan efisiensi agar tidak tertinggal persaingan. Tidak bisa kita pungkiri besarnya relevansi Cloud Computing di masa-masa ini, dimana fungsinya sudah sangat berkembang dari yang secara tradisional tempat penyimpanan data/aplikasi saja. Berbagai opsi yang ada dapat menfasilitasi WFH berkepanjangan, misalnya aplikasi meeting dengan infrastruktur ‘agnostik’ berbasis Cloud yang memungkinkan koneksi lebih stabil, perkembangan file sharing, dan juga seminar-seminar yang beralih ke webinar, adalah beberapa contoh dimana keadaan sudah memaksa kita agar melakukan perubahan mindset dan pendekatan pada alur kerja bisnis. Jika sebelumnya security adalah kekhawatiran utama dalam utilisasi Cloud, saat ini para provider juga bekerjasama dengan berbagai vendor cyber security ternama, selain membangun resource security sendiri, Melanjutkan topik Cloud Computing pada bulletin sebelumnya, kali ini kami membahas metode implementasi Public Cloud, dilihat dari pembelajaran yang kami dapatkan dari Alibaba Cloud. Public Cloud dengan pendekatan resource-sharing dapat menjadi solusi yang tepat guna untuk website/server/aplikasi anda yang memerlukan pengembangan bertahap, dimana spesifikasi dapat disesuaikan sesuai kebutuhan/demand-based. Public Cloud juga menawarkan efisiensi yang optimal, baik untuk sisi biaya maupun kebutuhan terkini di perusahaan.
Keseriusan Alibaba Cloud dalam memfasilitasi kebutuhan Cloud sangat nyata dengan ditempatkannya 3 Data Center di Indonesia dan juga Scrubbing Center, dengan berbagai solusi terkait Infrastructure services, Data intelligence, sampai Industry & application engine. A seamless connection antara konsumen dengan website/e-commerce/ marketplace sudah menjadi standar kredibilitas perusahaan. Bisa dilihat juga dari merebaknya berbagai mobile gaming, ketersediaan dan kestabilan dari suatu platform sangat menentukan keputusan user dalam memilih produk/jasa, dibarengi dengan fokus pada UI/UX yang dapat menarik mata konsumen.
Akhir kata, mewakili tim bulletin ACS Group saya mengucapkan selamat membaca dan jangan sungkan untuk meminta kami memperjelas lebih lanjut alternatif solusi
untuk kebutuhan spesifik perusahaan anda.

Salam redaksi,
Ken Looho
Professional Services ACS Group
PT. Autojaya Idetech
PT. Solusi Periferal