Pengertian RFID dan Manfaat Pengimplementasian RFID untuk Industri

Dalam Perkembangan Industri, peran Teknologi dibutuhkan untuk meningkatkan efisensi dan Identifikasi operasional secara otomatis. Salah satu teknologi tersebut adalah RFID (Radio Frequency Identification) yang memanfaatkan gelombang radio untuk menyimpan dan mengambil data tanpa harus bersentuhan langsung. Implementasi RFID dapat membantu anda membaca data secara bersamaan dalam jumlah banyak hingga 100-200 asset.

Dalam proses Identifikasi, Teknologi Barcode telah hadir sebelum Teknologi RFID. Tetapi dalam pengamatan di beberapa sector bisnis, kebutuhan akan Label/Tag RFID akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Teknologi Barcode dalam Implementasi RFID.

Teknolgi RFID dan Barcode mempunyai peran dan kebutuhan tersendiri, jadi kita harus bisa menyesuaikan teknologi ini dengan jenis industry dan bisnis proses.

Perbedaan antara RFID dan Barcode terdapat dalam proses Identifikasinya.

Proses kerja identifikasi RFID membutuhkan perangkat RFID TAG (Yang dibaca) dan RFID READER (Yang Membaca).

RFID TAG dibagi menjadi 2 berdasarkan sumber dayanya yaitu:

  • RFID Tag Pasif

Tag Pasif merupakan Tag dengan sumber daya yang diperoleh dari medan magnetic yang dihasilkan oleh gelombang radio dari pembaca Tag RFID. Pengiriman data informasi tag ini memiliki jangkauan pendek (< 20 meter).

  • RFID Tag Aktif

Tag RFID Aktif merupakan Tag dengan sumber daya yang diperoleh dari baterai. Pengiriman data informasi tag ini memiliki jangkauan lebih luas (+/- 100 meter).

Dalam pengaplikasiannya RFID menggunakan gelombang radio frekuensi dalam menyimpan dan mengambil data. RFID akan terkoneksi jika berkerja pada frekuensi yang sama dengan tag. Saat ini ada 4 tipe frekuensi band untuk RFID yaitu :

  • Low Frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk Keperluan tracking hewan, tracking suatu asset dan access door.

  • High-Frequency tag (13.56 MHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk Keperluan access door, alat pembayaran, ID Card.

  • UHF tag (868 – 956 MHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk tracking asset bergerak dan pallet sistem. KomInfo Indonesia mengeluarkan izin untuk UHF RFID pada frequensi 920MHz-923MHz.

  • BLE (Bluetooth Low Energy) pada freq 2.45 GHz

Sebelum penerapan RFID di industri anda ada beberapa kiat-kiat sukses yang ACS Group rangkum dalam pengimplementasian RFID  :

  • RFID bukan alat untuk keamanan

Tag RFID besifat add on (ditambahkan) yang biasanya ditempelkan ke asset. Hal ini tidak menjamin akuntabilitas RFID sebagai alat keamanan. Terkecuali jika tag di tanam pada product.

RFID akan efektif jika digunakan untuk area close loop (Berulang-ulang) karena dapat di tulis sampai sebanyak 100.000 kali.

Pemanfaatan RFID harus digunakan secara berkesinambungan. Seandainya anda ingin memanfaatkan RFID tersebut untuk digunakan sekali pakai saja maka nilai ekonomisnya akan mahal.

  • Jarak baca dari RFID

Menentukan baik tidaknya RFID tidak bisa hanya dinilai dari jarak bacanya saja. Efektifitas jarak pembacaan RFID ini juga akan bergantung pada proses bisnis dari pemanfaatan RFID tersebut.

Peran Implementasi RFID menjadi vital karena hanya cukup menggunakan kode atau tag dalam proses identifikasi untuk mengambil data secara otomatis tanpa bersentuhan. Selain itu, Implementasi RFID akan meningkatkan efektifitas dalam menyimpan atau melacak data dan informasi. Dengan RFID, perusahaan dapat menghitung semua asset dalam waktu beberapa detik saja. Tentu saja ini akan sangat menghemat biaya dan tenaga.

Hubungi kami ACS Group sebagai Sebagai pelopor Auto-Identifikasi dan pemimpin di bidang solusi Auto-Identifikasi dan sistem barcode sejak   tahun 1991 untuk Implementasi RFID yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis dan organisasi Anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Perkembangan & Manfaat RFID dan Barcode Untuk Industri”

Recommended Posts