Satu Platform Untuk Layanan Data Dengan Private Cloud

Saat ini, kegiatan operasional teknologi informasi (TI) masih banyak yang terbebani oleh berbagai sistem penyimpanan data tradisional untuk mengakomodasi baik data yang terstruktur (structured data) dan data yang tidak terstruktur (unstructured data). Hal ini tidak hanya membutuhkan banyak biaya dan menantang dalam pengelolaannya, tetapi juga membatasi wawasan tentang data bisnis kritikal dan mempersulit atau menghalangi proses integrasi data.

Dengan Private Cloud , Anda dapat menggabungkan semua layanan data pada satu platform yang mendukung sumber daya komputasi di organisasi enterprise. Dengan demikian Anda dapat menghilangkan kebutuhan perancangan dan pengelolaan solusi penyimpanan data yang terpisah-pisah atau SILO.

Untuk Mengenal Private Cloud Silahkan Baca di Memperkuat Bisnis Anda dengan Private Cloud

Private Cloud  merupakan kumpulan penyimpanan data (storage pool) yang tunggal, fleksibel, dan dapat diskalakan. Oleh karena itu, proses penyediaan dan pengelolaan dapat dipermudah sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas.

Selain menyediakan penyimpanan disk virtual pada lapisan hypervisor, Private Cloud  juga menyediakan layanan data dalam menangani berbagai kebutuhan aplikasi dan beban kerja, seperti:

  • Menampilkan volume penyimpanan (storage volumes) sebagai disk iSCSI (Internet Small Computer System Interface) ke sejumlah VM (Virtual Machine) dan perangkat server fisik. Workload yang memerlukan penyimpanan bersama seperti clustering Microsoft dan Oracle RAC menjadi mudah diterapkan dan dikelola.
  • Menciptakan file share dari protokol NFS (Network File System) dan SMB (Server Message Block) sebagai bagian dari cluster Private Cloud  untuk mendukung profil VDI (Virtual Desktop Infrastructure), direktori pengguna (user directories), kebutuhan berbagi file lainnya, serta menghilangkan kebutuhan akan sistem NAS (Network-Attached Storage) yang terpisah.
  • Menyediakan penyimpanan S3-compatible object storage yang berfungsi untuk menyimpan dan mengarsipkan data yang tidak terstruktur (unstructured data) dan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi dengan kemampuan untuk cloud native.

Beberapa terminologi atau istilah dari deskripsi di atas:

  1. Hypervisor atau Virtual Machine MonitorVMM, atau disebut juga sebagai virtualizer adalah sejenis emulator yang dapat berbentuk sebagai software, firmware atau hardware komputer. Fungsinya adalah menciptakan dan menjalankan mesin virtual.
  2. ISCSI (Internet Small Computer System Interface) adalah suatu protokol pada lapisan transport atau transport layer protocol yang mendeskripsikan bagaimana paket data dari Small Computer System Interface (SCSI) harus di-transport melalui jaringan TCP/IP.
  3. NFS atau Network File System, adalah sebuah protokol mengenai bagaimana komputer dapat berbagi data dalam jaringan.
  4. SMB atau Server Message Block, adalah sebuah protokol untuk berbagi file dan sumber daya lainnya (seperti perangkat printer) melalui jaringan lokal.
  5. VDI (Virtual Desktop Infrastructure atau Infrastruktur Virtual Desktop) merupakan teknologi komputer yang didefinisikan sebagai hosting lingkungan desktop pada server pusat.
  6. S3-compatible object storage adalah media penyimpanan yang menggunakan Application Programming Interface atau API S3 (Simple Storage Service) sebagai “bahasanya”. Aplikasi yang menggunakan API S3 harus dapat plug and play dengan penyimpanan yang kompatibel dengan S3.
  7. NAS (Network-Attached Storage) adalah perangkat penyimpanan data atau storage devices yang terhubung dengan jaringan dan menyediakan layanan file access services ke sistem komputer. NAS menggunakan file access protocols seperti NFS atau CIFS.
  8. Cloud native adalah deskriptor aplikasi dan layanan yang dibuat khusus untuk komputasi awan, dan juga merupakan cara untuk membuat aplikasi dan layanan tersebut.

Dengan Private Cloud, maka pengelolaan data akan lebih terpadu sehingga dapat mengaktifkan dan menjalankan aplikasi baru beserta layanannya untuk kebutuhan bisnis serta mengurangi kompleksitas dan biaya.

Nutanix menghadirkan infrastruktur Hybrid Cloud berupa software-defined stack yang mengintegrasikan komputasi dan penyimpanan storage. Infrastruktur ini menyediakan pengoperasian yang terpadu pada lingkungan Private Cloud dan Public Cloud. Nutanix dan layanan komputasi Cloudnya menyatukan beberapa operasi teknologi informasi, dan menghadirkan mobilitas aplikasi tanpa hambatan di berbagai lingkungan Cloud.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Tingkatkan Bisnis dengan Cloud yang Fleksibel dan Dinamis”

Pentingnya Keamanan Siber dalam Sektor OT

Perkembangan digitalisasi pada sisi OT seringkali tidak berjalan selancar digitalisasi sisi IT. Dimana pada sisi IT, pembaruan sistem dan keamanan ke versi terbaru adalah prioritas, pembaruan sistem pada area OT dapat beresiko pada aktifitas-aktifitas kritikal pada plant. Tidak dapat dihindari bahwa untuk mengikuti jaman dan tetap relevan, penyesuaian berbagai perangkat untuk go-digital perlu dilakukan.

Dari sini timbul resiko-resiko yang spesifik berhubungan dengan OT, dimana contoh kondisi-kondisi dibawah ini cukup umum ditemukan pada lantai produksi :

  • Variasi dari DCS, PLC, dan HMI dari berbagai merk
  • Serial Type PLC yang dikonfigurasi melalui PC/laptop yang plug-in secara langsung ke HMI (Human Machine Interface)
  • Display dari mesin-mesin sudah beradaptasi ke digital, namun OS jarang / tidak pernah di-update karena akan menghambat operasional dengan downtime. OS pada area OT masih menggunakan outdated system seperti WinCE / Win7
  • Automatic Update dinonaktifkan
  • Pihak OT (pabrik) hanya akan mengoperasikan sistem yang sudah terbukti stabil, notabene bukan yang terbaru dan dengan standar keamanan inhouse yang outdated. Banyak retrofit yang dilakukan
  • Kontrol OT desentralisasi dan unik per lokasi, tidak memungkinkan untuk remote access ketika ada issue
  • Staff / System Integrator yang melakukan maintenance pada device OT, melakukan direct plug-in langsung on-site

Berbagai kasus mancanegara sudah mengindikasikan pentingnya pengamanan alat-alat OT seiring berkembangannya cara kerja dan pertukaran data, dimana production shutdown yang bermula dari Ransomware akan mengancam KPI secara signifikan.

Mengikuti standarisasi INDI 4.0 dan dengan berkembangnya regulasi perlindungan data serta trend kepada cloud computing (public) kita perlu mempertimbangkan bahwa idealnya pengamanan area OT dapat memberikan:

  • Visibilitas
  • Segmentasi yang jelas, akses mana yang diberikan ke staff tertentu
  • Akses aman secara remote untuk efisiensi

Solusi yang dapat diimplementasikan adalah penempatan appliance NGFW pada titik yang tepat pada environment OT. Tipe NGFW harus sesuai agar tidak menghambat operasional dan maintenance rutin yang sudah berjalan. Perlindungan production line dari berbagai macam instrusi dapat menggunakan pendekatan dari beberapa sisi: baik dari pengeksekusi maintenance regular, atau dari mesin yang perlu diamankan.

References:
1) https://www.fortinet.com/content/dam/fortinet/assets/white-papers/wp-secure-access-ot.pdf
2) https://www.fortinet.com/solutions/industries/scada-industrial-control-systems/what-is-ot-security

Solusi Teknologi Real Time Location System Menggunakan RFID Passive

Dengan meningkatnya kecepatan perpindahan dan banyaknya barang atau objek utama (seperti barang, asset, dan orang) yang selalu berubah informasinya seiring dengan perubahan data lokasi dan status setiap transaksi.

Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu/bersinergi Keterlibatan manusia untuk  mendapatkan informasi dalam identifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem teknologi sebagai solusi, Perkembangan Teknologi sekarang sudah bisa menjawab kebutuhan tersebut yaitu ialah Real Time Locating System (RTLS) menggunakan RFID Passive.

Solusi dari ACS Group ini membantu menemukan lokasi barang atau asset tersebut tanpa kontak sehingga barang dapat dipantau secara otomatis berdasarkan checkpoint.

Dengan teknologi ini, user dapat mengamati pepindahan asset/barang mengenai lokasi dan status pemrosesan secara Real-Time dengan investasi yang relatif rendah.

Dalam penerapan RTLS dangan teknologi RFID ini ada beberapa komponen pendukung yaitu:

1. Tag RFID

Adalah Tag yang tidak memiliki sumber daya, dan menggunakan antena dan sirkuit terintegrasi (IC). Reader mengirimkan gelombang radio yang memberi daya pada IC ketika berada dalam zona pembaca. Tag RFID ini ditempelkan pada checkpoint sehingga posisinya dapat dilacak atau dikelola.

2. RFID Reader

  • RFID Antenna yang diletakan didepan forklip untuk membaca RFID passive dari pallet yang membawa barang
  • 8 Port Vehicle RFID Reader untuk membaca semua passive baik di pallet dan memberi informasi posisi forklip

3. RFID Antenna

Membaca & mengirimkan sinyal posisi RFID Grid.

4. Vehicle Computer Rugged

Vehicle Computer Rugged untuk menerima perintah kerja dan cakupan pembacaan tag.

5. Infrastuktur jaringan (Wireless AP)

Yang berguna untuk menyebarkan informasi dari tag/objek utama ke reader dengan Sistem Aplikasi RTLS.

6. Sistem Aplikasi RTLS

Berfungsi untuk mengelola, menganalisis dan mengeluarkan semua data yang di terima dari berbagai posisi tag.


Dalam penerapannya sejumlah RFID passive tag akan dipasang di langit-langit Gudang/warehouse dengan konfigurasi menyerupai grid, Setiap Tag RFID pasif ini berfungsi sebagai check-point area untuk mengidentifikasi dimana letak asset/barang yang berpindah-berpindah.

1. Registasi

Hal pertama yang dilakukan ialah meregistrasi semua RFID Tag Passive, Baik itu RFID untuk informasi pergerakan forklip grip dan RFID untuk pallet untuk penamaan, Nama pada tag dapat diganti/digunakan berkali-kali sesuai kebutuhan.

2. Proses Inbound

Forklift yang sudah dilengkapi RFID reader saat memasuki warehouse akan melawati pintu (Terbaca Masuk) sebagai check-point sambil membawa asset/barang untuk memulai proses operasional.

Oparator forklift akan memulai perkerjaannya untuk memasukan barang/asset yang sesuai dengan perintah yang tertera pada PC monitor kemudian meletakkannya sesuai dengan raknya dan secara otomatis semua data tag yang terbaca oleh reader akan terkirim oleh wirless AP.

3. Proses Putaway

Pada proses ini operator forklift akan memindahkan Asset/barang sesuai petunjuk yang tertera pada monitor. Barang-barang yang sudah dilengkapi oleh Tag RFID tersebut akan dipindahkan dari grid yang berada di Check-point 1 ke Rak yang berada di Check-point 4.

4. Dashboard Mapping

Manager gudang secara online dapat memantau posisi Tag RFID pada barang dengan mengacu pada grid Tag RFID pasif yang sama-sama akan mengirimkan sinyal melalui antena ke Aplikasi RLTS secara real-time.

Pergerakan forklift ketika membawa Asset/Barang akan terbaca  saat menjauhi Check-point 1 dan mendekati ke Check-point 4 yang dituju sehingga posisi barang dapat diketahuinya.

Inilah contoh kegiatan operasional Real Time Location System (RTLS) dengan Passive RFID Tag yang sudah kita paparkan – bahwa semua kegiatan dapat terpantau dalam setiap waktu.

Berikut Manfaat dalam operasional : 

  1. (Productivity) Peningkatan kegiatan operasional dengan proses yang lebih efisien dalam monitoring dan manajemen asset/barang secara
  2. (Traceability) dapat memonitoring inventaris, forklift, peralatan, pekerja, dan pergerakan asset secara real time.
  3. (Excess Stock) dapat mengetahui jumlah Asset/barang yang ready, kosong, cukup, kurang atau lebih.
  4. (Lifecycle Monitoring) Masa kerja kerja dari inventaris (RFID, Reader, Antena), forklift, peralatan dapat direview performance kerjanya, termasuk kapan dilakukan maintenance.
  5. Competitive advantage: Operasi yang lebih efisien, pengurangan biaya, pengambilan keputusan yang lebih baik, dan penawaran dinamis baru kepada pelanggan memastikan keunggulan kompetitif bagi sebagian besar pengadopsi awal sistem RTLS.

Solusi RTLS ini sangat cocok untuk Cross Industri, Supply Chain, Industri Produksi, Retail atau Ecommerce. Bila anda tertarik dan ingin menerapkan solusi ini anda dapat menghubungi kami ACS Group sebagai pelopor Auto-Identifikasi dan pemimpin di bidang sistem barcode sejak tahun 1991.

Akselerasi Bisnis dengan Public Cloud yang Fleksibel dan Tangkas

Pendekatan dari Public Cloud bertolak belakang dengan Private Cloud. Pada Public Cloud seluruh resources dididistribusikan di antara para pengguna layanan dengan tujuan inovasi yang intensif dan berkelanjutan. Penyedia layanan Cloud (Cloud Provider) dapat memberikan layanan custom untuk user dengan kapasitas yang dapat dikonfigurasi per enterprisenya. Konfigurasi juga bisa dilakukan secara berjenjang sehingga biaya scaling up proposional dan sesuai kemampuan cash flow perusahaan. Flexibilitas biaya ini merupakan keuntungan yang sangat dicari dan dihargai pada implementasi Cloud.

Mengutilisasikan Public Cloud dapat dianalogikan seperti menggunakan transportasi umum bis dimana terdapat beberapa penumpang lain yang ikut naik bersama kita di dalam satu kendaraan. Layaknya sedang berpergian dengan bis, kita hanya perlu mengeluarkan biaya untuk rute-rute langganan yang kita pilih. Oleh karena itu, kita bisa mematikan atau “turn offresource tidak dibutuhkan dan melakukan penghematan biaya. Sistem pembayaran Public Cloud ini adalah pay-as-you-use (OPEX). Sama halnya dengan transportasi umum, user dari Public Cloud harus rela berbagi resource dan sadar bahwa Cloud ini juga berhak digunakan user lain (low degree of ownership, resource sharing).

Terdapat beberapa contoh sederhana Public Cloud yang sudah familiar di telinga kita. Berbagai macam provider Public Cloud menyediakan layanan platformnya secara gratis dengan kapasitas yang terbatas. Salah satu contohnya adalah Google Drive dan Dropbox. Hal ini dilakukan dengan tujuan pemperkenalkan service atau layanan mereka kepada khayalak ramai. Jika user membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar maka user dapat berlangganan paket storage space lebih besar yang disediakan oleh provider.  Akses storage gratis ini biasanya hanya terdiri link dengan kombinasi userID-password, sehingga jika digunakan oleh perusahaan, aspek kepatuhan keamanannya (security compliance) tidak terpenuhi.

Seperti perangkat enterprise pada umumnya, sebelum menggunakan Enterprise Public Cloud, sebaiknya dilakukan pengujian (trial) dulu pada business process yang sudah berjalan. Walaupun tidak memakan banyak biaya, proses trial & error dalam migrasi ke Public Cloud akan memakan banyak waktu dan tenaga. Hal ini desebabkan oleh proses penerjemahan bahasa atau istilah-istilah ke bahasa yang digunakan oleh Cloud. Oleh karena itu jika proses ini berlangsung terlalu lama, aspek biaya juga akan terpengaruh.

Terdapat dua alternatif yang dapat dipilih oleh perusahaan mengenai trial Public Cloud ini. Alternatif pertama, Tim IT perusahaan dapat membuat akun, mengkonfigurasi, dan memahami syarat ketentuan dan resiko tertagih (biasanya diperlukan entry credit card) untuk Enterprise Public Cloud ini secara mandiri. Alternatif lainnya adalah bekerjasama dengan partner terpercaya seperti ACS Group yang akan mendampingi perusahaan anda dalam proses transisi ke Enterprise Public Cloud ini. ACS Group menyediakan kupon gratis untuk keperluan trial dan layanan konsultasi mengenai kebutuhan dan spesifikasi yang diperlukan perusahaan.

Perusahaan perlu mempertimbangkan baik-baik apakah perusahaan akan melakukan migrasi data sebagian atau total ke lingkungan Cloud. Pentingnya implementasi Public Cloud dapat digambarkan dengan dua skenario dibawah ini.

Bayangkan jika perusahaan Anda sedang menyiapkan event spesial yang hanya diadakan sekali setahun. Semua penjualan tiket event ini dilakukan melalui suatu website yang di host di server Anda. Pada H-1, perusahaan Anda baru menyadari bahwa spesifikasi server perusahaan sangat tidak memadai untuk mengakomodasi expected traffic dan tidak akan cukup menampung data dari pengguna. Jika hal ini tidak diatasi, kredibilitas website perusahaan Anda akan jadi taruhannya. Terlebih lagi jika event ini menjadi tulang punggung dan tolak ukur penjualan tahunan perusahaan Anda.

Untuk pengadaan server tambahan secara cepat, Anda hanya memiliki satu pilihan yaitu membeli server yang overspec, mahal, serta tidak akan terpakai secara efektif setelah event ini selesai. Analoginya seperti membeli laptop yang dapat menjalankan aplikasi game terbaru, tapi digunakan hanya untuk aplikasi perkantoran seperti Ms.Word, Ms.Excel tanpa pivot, dan Ms.PowerPoint tanpa animasi.

Pada skenario kedua, bayangkan perusahaan Anda sedang melakukan WFH (work from home) total. Tiba-tiba terjadi masalah listrik di kantor Anda yang menyebabkan padamnya listrik sampai waktu yang tidak dapat ditentukan di seluruh gedung, termasuk ruang server. Oleh karena itu karyawan tidak dapat mengakses data dan aplikasi penting lainnya yang menyebabkan pekerjaan menjadi tertunda. Keberadaan Public Cloud berfungsi untuk  untuk mencegah kejadian kejadian yang merugikan perusahaan seperti contoh diatas terjadi.

Cloud merupakan teknologi masa depan, dan masa depan tersebut sudah dimulai sekarang. Utilisasi Cloud sebagai enterprise solution semakin lazim dalam penggunaan sehari-hari. Secara perlahan tapi pasti, Cloud mulai menggeser penyimpanan data tradisional-on premise. Files, database OS, dan operasional aplikasi bisnis yang missioncritical akan tersimpan dengan aman dalam Cloud. Fleksibilitas dan ketersediaan yang ditawarkan oleh Cloud yang tidak bergantung pada pengawasan khusus dan terus-menerus ini menjadikan solusi Cloud computing pilihan yang tepat guna untuk perusahan yang tidak ingin terhambat perkembangannya. Dengan meningkatnya persaingan diiringi dengan standarisasi kepatuhan atau compliance yang dilakukan oleh masing-masing penyedia Cloud, manfaat dan solusi dari Cloud semakin aktual untuk kebutuhan di masa ini.

ACS Group bersama dengan Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan public cloud dan Nutanix, vendor infrastruktur TI dengan enterprise cloud platform-nya akan siap melayani para pelanggan setia dalam implementasi Private, Public dan Hybrid Cloud yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Tingkatkan Bisnis dengan Cloud yang Fleksibel dan Dinamis” 

Contoh implementasi Hybrid Cloud Untuk Bisnis

  • Menjamin Kelangsungan Bisnis (Business Continuity)

Menjamin kelangsungan bisnis adalah tujuan utama dari tim IT di berbagai perusahaan. Tujuan ini terdengar mudah dicapai tetapi akan menjadi halangan bagi perusahaan yang memiliki aplikasi dan platform IT yang tak memenuhi syarat sehingga tidak dapat berjalan pada lingkungan Cloud. Untuk memastikan bahwa setiap aplikasi dapat berjalan dengan baik pada lingkungan Hybrid Cloud ataupun Multi Cloud, maka platform infrastruktur IT yang dibangun haruslah lebih mudah, fleksibel, dan lebih cost-effective. Aspek-aspek yang menjamin Business Continuity pada perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Memiliki arsitektur infrastruktur IT yang kuat (Resilient Architecture) dengan proses recovery yang dapat dilakukan dari mana saja sebagai bentuk perlindungan aplikasi dan data.
  • Memanfaatkan wilayah komputasi Cloud (Region Cloud) di seluruh dunia untuk melakukan regionalisasi proses backup dan DR (Disaster Recovery).
  • Memiliki jumlah downtime yang sedikit dan memiliki proses recovery yang cepat.
  • Menggunakan alat bantu yang solutif dan tidak menambah kompleksitas proses backup dan recovery.

 

  • Elastisitas Sesuai Permintaan – On Demand Elasticity

Mobilitas aplikasi yang mudah memungkinkan pemanfaatan Public Cloud untuk mendapatkan akses ke sumber daya tambahan sesuai kebutuhan. Misalnya, pada saat pandemi, kebutuhan EUC (end user computing) melonjak sehingga melebihi kuota yang dapat dilayani oleh data center dalam waktu singkat. Dengan kemudahan memindahkan atau memperluas aplikasi ke Public Cloud, aplikasi bisa mendapatkan akses ke daya komputasi yang diperlukan sehingga kebutuhan dapat dipenuhi. Terdapat beberapa kelebihan Hybrid Cloud terkait elasitas infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan, seperti:

  • Dapat memperluas kapasitas aplikasi dan workloads dengan cepat dan mudah untuk memenuhi kebutuhan musiman (seasonal) atau sementara.
  • Dapat menyediakan kapasitas data center yang optimal untuk memenuhi kebutuhan saat kondisi normal dan akses komputasi Public Cloud ketika terjadi lonjakan
  • Pemindahan lisensi antar Cloud dapat dilakukan untuk memaksimalkan nilai investasi.
  • Pelayanan mandiri dan otomatisasi dapat diaktifkan untuk merampingkan tenaga operasional.
  • Pengurangan biaya-biaya untuk layanan Cloud dapat dilakukan secara efektif dengan mengoptimalkan penggunaan dan pembelian paket yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
  • Pengendalian biaya dapat dilakukan dengan pengaktifan fitur hibernasi instance di Public Cloud saat tidak digunakan.

 

  • Lift and Shift

Istilah lift dan shift sangat berhubungan dengan penggabungan data center dan migrasi perpindahan sejumlah aplikasi ke Cloud. Menaikkan dan memindahkan (lift and shift) sejumlah aplikasi dari Private Cloud ke Public Cloud tanpa menata ulang platform bukanlah hal mudah. Nutanix, vendor berpengalaman dalam Enterprise Cloud Platform, menawarkan kemudahan dan kebebasan untuk memindahkan aplikasi di Cloud tanpa perubahan kode (no code changes) atau membantu menyesuaikan kodenya dengan kebutuhan perusahaan guna memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berubah. Layanan Cloud dari Nutanix memliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Dapat membangun infrastruktur Hybrid Cloud dengan cepat dalam waktu singkat
  • Melayani migrasi VM (virtual machine), container, storage, dan data
  • Menjamin visibilitas dengan single control plane untuk kemudahan dalam manajemen Hybrid Cloud
  • Dapat mendukung semua Public Cloud ternama dan Private Cloud lokal
  • Menggabungkan laporan konsumsi sumber daya dan biaya di lingkungan Cloud sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami manfaat dan biaya pengeluaran yang sebenarnya.

 

  • Cloud Native Services

Saat ini sudah banyak perusahan yang sedang bertranformasi menjadi Cloud Native. Cloud Native ini bukan hanya sekadar kumpulan teknologi dan tools untuk membuat aplikasi, tetapi juga merupakan pendekatan filosofis untuk membangun aplikasi yang sepenuhnya memanfaatkan komputasi Cloud. Paradigma baru ini tidak hanya menciptakan teknologi baru tetapi juga cara kerja baru seperti customer-centric, learning culture, agile development, fokus pada produk, automasi dalam delivery process, dan penerapan open-source yang kental.

Salah satu layanan Cloud Native adalah Cloud Native Database, seperti PolarDB dan AnalyticDB dari Alibaba Cloud, yang memiliki fleksibilitas dan reliablitas tinggi dengan dukungan kapasitas hingga 100 TB yang dapat dikonfigurasikan hingga maksimum 16 node. Layanan Cloud Native Database ini telah terbukti mampu melayani 87 juta permintaan per-detik pada saat puncak festival belanja global Alibaba 11/11.

PolarDB database sangat kompatibel dengan format MySQL, PostgreSQL atau Oracle. AnalyticDB memiliki kemampuan untuk memproses transmisi puluhan miliar data dengan cepat dan realtime. Layanan ini mengadopsi arsitektur komputasi fleksibel dan terdistribusi, yang memisahkan antara komputasi dan penyimpanan.

  • Dev/Test

Pengujian pengembangan (Development Test) adalah pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk menghubungkan fase pengembangan dan fase pengujian. Pengembangan aplikasi dan perangkat lunak merupakan proses vital bagi banyak perusahaan di berbagai industri. Solusi Hybrid Cloud menjamin ketersediaan sumber daya dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh tim IT. Oleh karena itu, application developer dan engineers dapat memanfaatkan kedua sumber daya yang terdapat di Private Cloud dan Public Cloud sesuai kebutuhan pengembangan perangkat lunak tanpa harus mengubah proses. Selain kemudahan dalam menyebarkan aplikasi di lingkungan pengujian (test environments) dan akses ke sumber daya secara self-service, Hybrid Cloud juga memiliki kelebihan lain, antara lain:

  • Menyediakan dev/test environments pada lingkungan Cloud ketika dalam pemilihan
  • Mengakselerasi pengembangan (development) dengan mengurangi biaya infrastruktur
  • Melakukan pengembangan VM (Virtual Machine) atau containers/Kubernetes.

Pemilihan Cloud Deployment

Untuk memilih jenis Cloud Deployment yang tepat, perusahaan biasanya membuat keputusan berdasarkan beberapa faktor. Faktor penentu yang biasanya dianggap paling penting oleh perusahaan adalah biaya dan keamanan (cost and security).

Biaya

Publik Cloud umumnya menghasilkan biaya overhead yang lebih rendah dengan lingkup manajemen langsung yang lebih sempit daripada jenis infrastruktur lainnya. Ini disebabkan oleh peran vendor penyedia layanan Cloud yang telah menangani sebagian besar manajemen Cloud, contohnya seperti mengurus dan memelihara pusat data, menyediakan perangkat server, menerapkan pembaharuan keamanan jaringan, dan sebagainya. Oleh karena itu, perusahaan dengan biaya sebagai faktor penentu utama biasanya memilih  untuk menerapkan Public Cloud atau penerapan Multi Cloud.

Keamanan

Bagi bisnis dengan standar peraturan keamanan jaringan yang tinggi dan diwajibkan memperhatikan undang-undang perlindungan data, seperti SOX, HIPAA, GDPR, dan CCPA, penerapan Hybrid Cloud mungkin merupakan pilihan yang terbaik. Peraturan keamanan jaringan yang tinggi biasnya berfungsi untuk memastikan bahwa data tetap aman dan mematuhi ketentuan dan peraturan di industri. Dengan Hybrid Cloud, perusahaan dapat menyimpan data di lingkungan yang lebih terkontrol, seperti di Private Cloud atau di pusat data lokal. Namun, lingkungan yang dikontrol ketat tidaklah selalu lebih aman. Vendor Public Cloud biasanya memiliki lebih banyak sumber daya untuk menerapkan patch dan bisa melindungi data dengan lebih aman dibandingkan dengan pelaku bisnis individu. Tetapi pengaplikasian layanan ini bergantung juga bergantung pada anggaran keamanan yang dimiliki perusahaan. Dalam menggunakan layanan Cloud terdapat beberapa faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan:

  • Waktu dan upaya untuk migrasi ke Cloud

Memindahkan data dan operasi bisnis sepenuhnya ke Cloud membutuhkan banyak sumber daya. Biasanya upaya pemindahan ini dianggap sepadan dengan hasil dan keuntungan yang ditawarkan Cloud. Meskipun begitu, dalam beberapa bisnis upaya migrasi sepenuhnya ke Cloud ini belum dianggap sepadan. Oleh karena itu banyak bisnis yang memutuskan untuk memanfaatkan Hybrid Cloud.

  • Keandalan (Reliability)

Melakukan penyebaran di beberapa Cloud dapat menjamin situs web dan aplikasi tetap aktif dan berjalan selama periode permintaan pengguna yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh keberadaan Cloud backup yang dapat mengambil alih beberapa beban kerja ketika satu Cloud kewalahan.

  • Vendor lock-in

Menggunakan beberapa Public Cloud dapat mengurangi ketergantungan pada salah satu vendor Cloud. Perusahaan juga disarankan untuk membandingkan jenis layanan, kinerja, keamanan, dan kelebihan para vendor Cloud untuk mendapatkan layanan yang terbaik.

  • Kinerja (Performance)

Jika infrastruktur pusat data Public Cloud berada dalam wilayah lokal (dalam negeri), maka migrasi ke Cloud dapat sangat meningkatkan kinerja karena akan mengurangi latency atau waktu tunda.

ACS Group bersama dengan Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan public cloud dan Nutanix, vendor infrastruktur TI dengan enterprise cloud platform-nya akan siap melayani para pelanggan setia dalam implementasi Private, Public dan Hybrid Cloud yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Tingkatkan Bisnis dengan Cloud yang Fleksibel dan Dinamis” 

Hybrid Cloud sebagai Bagian Penting dari Solusi Kelangsungan Bisnis

Meningkatnya transformasi digital, perkembangan bisnis, dan tuntutan pasar yang semakin tinggi menyebabkan perpindahan ke teknologi Cloud menjadi semakin tak terelakkan. Jumlah data yang tinggi dan kebutuhan akan privasi keamanan jaringan yang ketat pada beberapa sektor bisnis menyebabkan banyak perusahaan beralih dari Public Cloud ke Hybrid Cloud. Dalam riset yang diadakan oleh perusahaan riset teknologi informasi, Gartner.Inc, di tahun 2017, 90% organisasi yang ada diprediksi akan menggunakan Hybrid Cloud dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi mereka.

Berdasarkan laporan “2021 State of the Cloud Report” oleh Flexera, perpindahan penyimpanan data bisnis bergeser dengan cepat ke teknologi Cloud. 92% perusahaan telah menggunakan Multi Cloud, dan 80% menggunakan Hybrid Cloud. Survei ini diadakan pada bulan Oktober dan November 2020, dengan 750 peserta secara global.

Permintaan akan Hybrid Cloud yang meningkat ini didorong oleh berbagai faktor. Proses digitalisasi data yang melonjak telah meningkatkan persaingan pasar ke titik di mana tidak cukup hanya menggunakan sumber daya dari Public Cloud saja. Diperlukan solusi efektif dan efisien berbasis Cloud yang mengutamakan pelanggan dan juga dilengkapi dengan skalabilitas dan kemampuan beradaptasi yang fleksibel. Inovasi teknis seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) juga mendorong permintaan akan solusi Cloud-edge. Kecerdasan berbasis data membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin dinamis dan digital saat ini. Untuk memenuhi tuntutan teknis dan kebutuhan para pengguna yang semakin beragam ini, solusi Hybrid Cloud bisa menjadi salah satu opsi infrastruktur untuk perusahaan saat ini.

Teknologi ‘Cloud’ terdiri dari server yang dapat diakses melalui Internet, perangkat lunak, serta database yang berjalan di server tersebut. Perangkat server Cloud berada di pusat data dunia. Dengan menggunakan komputasi Cloud, pengguna dan perusahaan tidak perlu lagi mengelola perangkat fisik server sendiri atau menjalankan software aplikasi di perangkat mereka sendiri.

Mengapa teknologi ini disebut ”Cloud’? Pada awal kehadiran Internet, diagram teknis untuk server dan infrastruktur jaringan yang membentuk Internet digambarkan sebagai sebuah “awan” atau dalam bahasa inggris “Cloud”. Meningkatnya proses komputasi yang berpindah dari server lokal ke Internet menyebabkan istilah “Cloud” mulai dikenal dan digunakan secara luas sebagai cara singkat untuk menjelaskan di mana proses komputasi sedang berlangsung. Saat ini, istilah “Cloud” sudah digunakan secara luas untuk menjelaskan tentang proses komputasi ini.

Terdapat beberapa jenis layanan Cloud yang dibagi berdasarkan penyebarannya servernya (Cloud Deployment). Jenis-jenis layanan tersebut antara lain:

  • Private Cloud

Merupakan layanan Cloud yang disediakan oleh vendor eksternal yang sepenuhnya didedikasikan untuk mengakomodasi kebutuhan satu perusahaan.  Perangkat server, data center, dan jaringan terdistribusi sepenuhnya disediakan oleh vendor.

  • Public Cloud

Merupakan layanan yang ditawarkan oleh vendor eksternal yang memiliki server di satu atau beberapa pusat data. Tidak seperti Private Cloud, Public Cloud digunakan bersama oleh banyak organisasi. Dengan menggunakan mesin virtual, perangkat server dapat digunakan oleh beberapa perusahaan yang berbeda. Hal ini yang disebut dengan “multitenancy” karena terdapat beberapa pihak yang menyewa server yang sama.

  • Hybrid Cloud

Merupakan kombinasi antara Public Cloud dan Private Cloud atau dengan On-premises Legacy Server. On-premises Legacy Server merupakan server yang dimiliki dan diurus langsung oleh perusahaan. Dalam penggunaan Hybrid Cloud, organisasi dapat memanfaatkan Private Cloud untuk beberapa layanan dan Public Cloud untuk keperluan lainnya. Public Cloud juga sering digunakan sebagai cadangan atau backup dari Private Cloud mereka.

  • Multi-Cloud

Merupakan jenis Cloud yang melibatkan penggunaan beberapa Public Cloud. Penerapan Multi-Cloud juga bisa berubah menjadi Hybrid Cloud, atau sebaliknya.

Hybrid Cloud adalah sebuah kombinasi antara dua atau lebih infrastruktur teknologi informasi yang berbeda. Infrastruktur yang digabungkan antara lain adalah sebuah Public Cloud dan sebuah Private Cloud atau On-premises Legacy Server. Penerapan Hybrid Cloud kian lumrah karena banyak perusahaan ingin menggabungkan keunggulan komputasi Public Cloud dan sifat privat dari Private Cloud yang dapat dikontrol lebih ketat.

Arsitektur Hybrid Cloud memiliki sedikit perbedaan dengan jenis Cloud lainnya karena merupaka gabungan dari dua infrastruktur yang berbeda. Hybrid Cloud dapat berupa penggabungan antara infrastruktur On-premises Legacy dengan Public Cloud, Public Cloud dengan sebuah Private Cloud, atau kombinasi dari Public Cloud, Private Cloud, dan On-premises Legacy Server.

Terlepas dari setup khusus yang digunakan, semua arsitektur Hybrid Cloud akan memiliki beberapa ciri yang sama, yakni:

  • Integrasi Data: Data dari Public Cloud dan Cloud gabungan lainnya harus tersinkronisasi. Meskipun begitu, sinkronisasi data dari berbagai infrastruktur yang berbeda ini dapat menjadi tantangan yang cukup berat untuk perusahaan. Perusahaan disarankan untuk dapat menerapkan solusi teknis tambahan untuk menjaga konsistensi data secara otomatis.
  • Koneksi jaringan: Private Cloud, On-premises Legacy Server, dan Public Cloud terhubung satu sama lain, baik melalui Internet atau melalui jaringan. Konektivitas jaringan ini sangat penting agar penerapan Hybrid Cloud dapat
  • Manajemen yang terpadu: Idealnya, manajemen Hybrid Cloud dapat ditangani oleh satu alat menyeluruh, sehingga perusahaan tidak perlu mengelola setiap Cloud secara terpisah. Mengelola Cloud secara terpisah bisa menjadi tantangan karena setiap Cloud akan memiliki API*, SLA**, kemampuan, serta fitur yang berbeda.

*API, atau Application Programming Interface, memungkinkan suatu aplikasi untuk memanggil fitur atau fungsi aplikasi lain. Dalam hal ini, layanan Cloud dapat menggabungkan fitur atau fungsi aplikasi lain ke dalam aplikasi yang berada di dalam Cloud itu sendiri.

**SLA atau Service-Level Agreement, adalah dokumen yang mendefinisikan layanan-layanan apa saja yang disediakan oleh vendor Cloud.

Kenapa Hybrid Cloud harus terhubung? Pada Hybrid Cloud, koneksi jaringan antara beberapa infrastruktur yang berbeda merupakan aspek yang sangat sangat penting. Jika tidak terhubung, maka perusahaan belum bisa memafaatkan Hybrid Cloud dengan sempurna. Jika Hybrid Cloud belum terhubung, yang terjadi adalah sejumlah infrastruktur Cloud bekerja secara paralel antara satu sama lain dengan data yang tidak sinkron. Public Cloud, Private Cloud, dan On-premises Legacy Server dapat terhubung dengan beberapa metode berikut:

  • VPN

VPN atau Virtual Private Network, menyediakan koneksi yang aman dan terenkripsi melalui Internet. Lalu lintas data di VPN itu akan dienkripsi. Ini berarti siapapun atau mesin apapun yang terhubung ke VPN dapat dengan aman terhubung, seperti terhubung melalui jaringan internal pribadi. Dengan VPN, Cloud, dan On-premises Legacy Server dapat terhubung dengan aman melalui Internet.

  • WAN

WAN atau Wide Area Network adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer yang berjarak jauh, berbeda dari Local Area Network (LAN) yang hanya bisa menghubungkan komputer secara lokal (dalam gedung atau area yang sama). Koneksi melalui WAN dapat lebih diandalkan daripada koneksi melalui Internet. Supaya bisa terhubung dengan Hybrid Cloud, koneksi WAN tetap harus mengenkripsi lalu lintas datanya dahulu, seperti yang terjadi pada koneksi VPN.

  • API

Untuk menjamin kualitas performa Hybrid Cloud, Integrasi API atau Application Programming Interface merupakan factor yang sangat penting. API bertugas untuk menghubungkan platform, database, aplikasi, dan sebagainya. Panggilan API akan dikirim dari satu Cloud ke Cloud lainnya sebagai HTTP requests. Kemudian panggilan tersebut baru dapat dikirim melalui koneksi Open Internet, VPN, atau WAN.

Keuntungan menggunakan Hybrid Cloud

  • Flexibilitas

Hybrid Cloud memberi perusahaan kemudahan dan flexibilitas untuk beralih ke jenis Cloud Deployment yang lain. Sebagai contoh, jika suatu saat perusahaan ingin berpindah ke Public Cloud sepenuhnya,  pemindahan proses bisnis atau penyimpanan data storage dapat dilakukan lebih mudah dan cepat karena sudah terhubung Public Cloud.

  • Variasi teknologi yang lebih luas

Melalui kolaborasi dengan Public Cloud, bisnis dapat menyertakan teknologi yang tidak praktis untuk dijalankan di Private Cloud, misalnya seperti pemrosesan Big Data.

  • Backup untuk menghindari downtime

Jika ada salah satu Cloud yang mengalami gangguan atau kendala, maka perusahaan dapat mengandalkan Cloud lainnya. Hal ini dapat menghindari gangguan layanan. Jenis redundansi ini juga merupakan keuntungan dari penerapan Multi Cloud.

  • Memenuhi lonjakan permintaan

Perusahaan dapat menjalankan sebagian besar prosesnya di Private Cloud kemudian memanfaatkan Publik Cloud sebagai daya komputasi extra untuk menangani lonjakan beban kerja yang tiba-tiba. Contoh penyebab lonjakan ini pada sektor e-Commerce adalah promo yang menyebabkan banyak pengguna mengakses situs tersebut.

  • Potensi penghematan biaya

Pemeliharaan terhadap data center internal pada Private Cloud membutuhkan biaya dan sumber daya yang tinggi. Dengan memindahkan beberapa operasi ke Public Cloud, perusahaan tidak perlu lagi memelihara infrastruktur sebanyak On-premises Legacy Server, yang tentunya akan mengurangi pengeluaran.

  • Menyimpan data sensitive di On-premises Legacy Server

Beberapa perusahaan menangani data sensitif, seperti data terkait keuangan, data informasi perawatan kesehatan, atau data karya dan hak milik intelektual. Data-data tersebut dapat disimpan di On-premises Legacy Server yang tergabung dalam Hybrid Cloud. Dengan begini perusahaan dapat memiliki lebih banyak kendali atas data-data tersebut dan dapat memutuskan langkah-langkah keamanan jaringan yang paling tepat untuk dalam menjaga data tersebut. Dalam penerapan Hybrid Cloud, sangat mungkin untuk menyimpan data sensitif di On-premises Legacy Server dan menggunakan Public Cloud untuk menjalankan aplikasi lainnya.

ACS Group bersama dengan Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan public cloud dan Nutanix, vendor infrastruktur TI dengan enterprise cloud platform-nya akan siap melayani para pelanggan setia dalam implementasi Private, Public dan Hybrid Cloud yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Tingkatkan Bisnis dengan Cloud yang Fleksibel dan Dinamis” 

Mengenal Solusi RTLS (Real Time Locating System) untuk pelacakan asset

Banyak perusahaan yang menginginkan infomasi lokasi, waktu, dan status secara Real-Time yang akurat dalam segala aktivitas terutama di area warehouse, line production dan di dalam perkantoran atau gedung. Data lokasi yang dikumpulkan secara Real-Time mempermudah pihak management atau pihak operator yang melakukan kegiatan di point of activity untuk menentukan keputusan bisnis perusahaan pada saat itu juga jika dibutuhkan.

Dengan meningkatnya jumlah dan kecepatan perpindahan komoditas atau objek utama (seperti barang, asset, dan SDM), informasi juga terus berkembang seiring dengan perubahan data lokasi dan status pada setiap transaksi. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang bertugas untuk mencatat dan membaca secara manual terlebih dahulu sebelum memproses informasi perubahan lokasi tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem teknologi yang mampu mengikuti setiap pergerakan dari objek utama. Teknologi tersebut harus dapat menyediakan informasi lokasi dan kondisi di lapangan secara real-time. Perkembangan Teknologi sudah bisa menjawab kebutuhan tersebut, yaitu dengan Solusi Real Time Locating System (RTLS). RTLS adalah sistem penentuan posisi di dalam ruangan atau area yang terbatas yang mengacu pada jaringan GPS atau pelacakan dengan ponsel. Informasi lokasi biasanya tidak mencakup kecepatan, arah, atau orientasi spasial.

RTLS (Real Time Locating System) adalah suatu sistem yang teringetrasi antara tag dengan sumber daya internal, yang di pasang pada objek utama di point of activity, dengan Tag Reader yang berfungsi sebagai jembatan antara titik referensi RTLS. Sistem ini juga dilengkapi dengan Management and Control server sebagai pengolahan data yang terpusat yang berfungsi untuk menganalisa dan mengolah informasi dari Tag dan Tag Reader.

Dengan kata lain, solusi RTLS menyediakan informasi langsung tentang di mana tepatnya sesuatu telah terjadi kepada perusahaan. RTLS juga menyediakan gambaran umum semua aset, lokasi aset, atau mendeteksi akses yang tidak sah di zona tertentu kepada manajemen. Penerapan solusi RTLS akan meningkatkan akuntabilitas, keterlacakan, serta visibilitas bagi semua personel Anda.

ACS Group menyediakan solusi RLTS alternatif, yaitu dengan Passive RFID Tag. RTLS dengan Implementasi RFID Passive adalah solusi untuk mendeteksi lokasi barang atau asset tanpa menggunakan kepada jaringan GPS.  Sistem RFID pasif menggunakan tag yang lebih murah tanpa sumber daya internal. Tag ini menggunakan energi elektromagnetik yang ditransmisikan dari pembaca RFID. RLTS dengan RFID Pasif memungkinkan pemantauan dan pengelolaan aset dengan lokasi terdaftar dan status pemrosesan secara Real-Time dengan investasi yang relatif rendah.

Hubungi kami ACS Group sebagai Sebagai pelopor Auto-Identifikasi dan pemimpin di bidang solusi Auto-Identifikasi dan sistem barcode sejak   tahun 1991 untuk Implementasi RFID yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis dan organisasi Anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Perkembangan & Manfaat RFID dan Barcode Untuk Industri”

Pengertian RFID dan Manfaat Pengimplementasian RFID untuk Industri

Dalam Perkembangan Industri, peran Teknologi dibutuhkan untuk meningkatkan efisensi dan Identifikasi operasional secara otomatis. Salah satu teknologi tersebut adalah RFID (Radio Frequency Identification) yang memanfaatkan gelombang radio untuk menyimpan dan mengambil data tanpa harus bersentuhan langsung. Implementasi RFID dapat membantu anda membaca data secara bersamaan dalam jumlah banyak hingga 100-200 asset.

Dalam proses Identifikasi, Teknologi Barcode telah hadir sebelum Teknologi RFID. Tetapi dalam pengamatan di beberapa sector bisnis, kebutuhan akan Label/Tag RFID akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Teknologi Barcode dalam Implementasi RFID.

Teknolgi RFID dan Barcode mempunyai peran dan kebutuhan tersendiri, jadi kita harus bisa menyesuaikan teknologi ini dengan jenis industry dan bisnis proses.

Perbedaan antara RFID dan Barcode terdapat dalam proses Identifikasinya.

Proses kerja identifikasi RFID membutuhkan perangkat RFID TAG (Yang dibaca) dan RFID READER (Yang Membaca).

RFID TAG dibagi menjadi 2 berdasarkan sumber dayanya yaitu:

  • RFID Tag Pasif

Tag Pasif merupakan Tag dengan sumber daya yang diperoleh dari medan magnetic yang dihasilkan oleh gelombang radio dari pembaca Tag RFID. Pengiriman data informasi tag ini memiliki jangkauan pendek (< 20 meter).

  • RFID Tag Aktif

Tag RFID Aktif merupakan Tag dengan sumber daya yang diperoleh dari baterai. Pengiriman data informasi tag ini memiliki jangkauan lebih luas (+/- 100 meter).

Dalam pengaplikasiannya RFID menggunakan gelombang radio frekuensi dalam menyimpan dan mengambil data. RFID akan terkoneksi jika berkerja pada frekuensi yang sama dengan tag. Saat ini ada 4 tipe frekuensi band untuk RFID yaitu :

  • Low Frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk Keperluan tracking hewan, tracking suatu asset dan access door.

  • High-Frequency tag (13.56 MHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk Keperluan access door, alat pembayaran, ID Card.

  • UHF tag (868 – 956 MHz)

Frekuensi ini biasa digunakan untuk tracking asset bergerak dan pallet sistem. KomInfo Indonesia mengeluarkan izin untuk UHF RFID pada frequensi 920MHz-923MHz.

  • BLE (Bluetooth Low Energy) pada freq 2.45 GHz

Sebelum penerapan RFID di industri anda ada beberapa kiat-kiat sukses yang ACS Group rangkum dalam pengimplementasian RFID  :

  • RFID bukan alat untuk keamanan

Tag RFID besifat add on (ditambahkan) yang biasanya ditempelkan ke asset. Hal ini tidak menjamin akuntabilitas RFID sebagai alat keamanan. Terkecuali jika tag di tanam pada product.

RFID akan efektif jika digunakan untuk area close loop (Berulang-ulang) karena dapat di tulis sampai sebanyak 100.000 kali.

Pemanfaatan RFID harus digunakan secara berkesinambungan. Seandainya anda ingin memanfaatkan RFID tersebut untuk digunakan sekali pakai saja maka nilai ekonomisnya akan mahal.

  • Jarak baca dari RFID

Menentukan baik tidaknya RFID tidak bisa hanya dinilai dari jarak bacanya saja. Efektifitas jarak pembacaan RFID ini juga akan bergantung pada proses bisnis dari pemanfaatan RFID tersebut.

Peran Implementasi RFID menjadi vital karena hanya cukup menggunakan kode atau tag dalam proses identifikasi untuk mengambil data secara otomatis tanpa bersentuhan. Selain itu, Implementasi RFID akan meningkatkan efektifitas dalam menyimpan atau melacak data dan informasi. Dengan RFID, perusahaan dapat menghitung semua asset dalam waktu beberapa detik saja. Tentu saja ini akan sangat menghemat biaya dan tenaga.

Hubungi kami ACS Group sebagai Sebagai pelopor Auto-Identifikasi dan pemimpin di bidang solusi Auto-Identifikasi dan sistem barcode sejak   tahun 1991 untuk Implementasi RFID yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis dan organisasi Anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Perkembangan & Manfaat RFID dan Barcode Untuk Industri”

Mengenal Solusi Cloud untuk Bisnis dan Industri

Dalam beberapa tahun terakhir banyak perusahaan dan organisasi yang telah memulai perjalanan digitalisasi mereka untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis. Teknologi Cloud saat ini sudah merupakan salah satu solusi yang tepat guna. Selain berfungsi sebagai pondasi teknis maupun sebagai tulang punggung yang inovatif, Cloud juga mempermudah user untuk mengamankan data disaat keamanan jaringan harus diperketat.

Cloud Computing adalah teknologi berbasis internet yang memungkinkan proses komputerisasi, operasional aplikasi, pengengolahan database (DB) dan menyimpannya secara virtual menggunakan jaringan internet yang terhubung pada server. Cloud Computing akan menyimpan semua data dan informasi dalam satu server, sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun melalui jaringan internet tanpa perlu menghabiskan banyak waktu dan dana untuk proses instalasi dan konfigurasi server, storage atau database.

Prinsip utama dari cloud computing adalah :

  • Tersedia melalui jalur internet
  • Berbasis kebutuhan pengguna
  • Bayar sesuai kebutuhan

Secara umum Cloud Computing dapat dikategorikan menjadi 3 macam layanan sesuai dengan solusinya :

  • Private Cloud

Private Cloud adalah layanan cloud computing “dedicated” atau “internal” yang penggunaannya dikhususkan untuk menyimpan data atau applikasi organisasi enterprise.

Organisasi level enterprise biasanya memilih Private Cloud ini untuk memenuhi kebijakan perusahaan akan privasi data total. Kebijakan tersebut biasanya terkait dengan keamanan jaringan mereka yang membutuhkan tingkat keamanan data yang tinggi. Data sensitif mereka bervariasi tetapi biasanya berkisar dari informasi pelanggan, dokumen internal rahasia, atau rencana bisnis. Oleh karena itu, organisasi enterprise memerlukan pertahanan dan keamanan sistem informasi yang ekstra.

Untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang terus meningkat dan mempercepat transformasi digital, organisasi enterprise memerlukan infrastruktur private cloud yang simplesecure, dan scalable untuk kebutuhan VDI (Virtual Desktop Infrastructure), aplikasi bisnis, databaseanalyticscloud native dan sebagainya. Solusi private dan hybrid cloud Nutanix yang merupakan perangkat lunak infrastruktur hyper-converged (HCI) akan menjembatani kesenjangan infrastruktur selama ini. Solusi ini akan dilengkapi dengan native protection, layanan data yang terkonsolidasi, dan juga dapat beroperasi secara automation dan intelligent sehingga menjadi fodasi yang ideal untuk Private Cloud di perusahaan.

  • Public Cloud

Public Cloud merupakan layanan cloud yang terdiri dari sumber daya, aplikasi, atau penyimpanan yang tersedia untuk publik dan dapat digunakan oleh siapa saja melalui jaringan internet. User dapat menggunakan layanan ini secara gratis atau dengan membayar sejumlah uang. Namun dengan layanan ini, user tidak perlu lagi membeli, memasang, mengoperasikan, ataupun melakukan pemeliharaan cloud server dan peralatan lainnya seperti saat menggunakan Private Cloud.

Keamanan jaringan dan keamanan data merupakan prioritas utama semua layanan penyimpanan cloud. Salah satu kekurangan Public Cloud adalah besarnya resiko pencurian data dan tindakan cyber crime yang dapat merugikan user. Oleh karena itu user perlu mencari provider terpercaya dengan security ketat yang mampu melakukan backup data. Backup data dapat meningkatkan keamanan dan kepatuhan (security and compliance), kesinambungan bisnis (business continuity), dan pemulihan bencana (disaster recovery). Cloud ini harus bisa diakses dari lokasi mana saja selama ada koneksi internet.

ACS Group bekerja sama dengan Alibaba Cloud untuk menawarkan rangkaian lengkap layanan komputasi awan global untuk memberdayakan bisnis online di kancah internasional dan mendukung ekosistem e-commerce di seluruh dunia. Alibaba Cloud menawarkan rangkaian lengkap layanan Public Cloud dan komputasi awan untuk bisnis besar dan kecil, pengembang individu, dan sektor publik di lebih dari 200 negara dan wilayah.

  • Hybrid Cloud

Merupakan penggabungan elemen dari Public Cloud dan Private Cloud. Hybrid Cloud memungkinkan organisasi enterprise untuk melakukan komunikasi dan pertukaran data antara Public Cloud dan Private Cloud sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi. Hal ini sangat ideal untuk organisasi enterprise yang ingin memanfaatkan keunggulan dari kedua jenis deployment tersebut.

Penting sekali bagi organisasi untuk memahami tujuan penggunaan Cloud dan memilih layanan Cloud yang sesuai dengan kebutuhan. Jenis industri, operasional, dan proses bisnis adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan ketika memilih solusi Cloud yang akurat.

Pilihan masing-masing Implementasi fitur atau komponen dari Cloud akan terkategorikan menjadi salah satu dari 3 service model :

  1. IaaS (Infrastructure as a Service)

Model Infrastructure as a Service adalah landasan dasar dari Cloud Service. Perusahaan dapat menyewa virtualisasi server, storage, serta konfigurasi keamanan jaringan yang sesuai dengan kebutuhan. Spesifikasi bisa disesuaikan kebutuhan dan perusahaan hanya perlu membayar sesuai instance yang digunakan. Dengan kata lain, perusahaan tidak perlu memikirkan pengadaan hardware server dan pemeliharaannya karena sudah disediakan oleh Cloud Provider.

Pada Alibaba Cloud, IaaS ini dicakup oleh ECS (Elastic Compute Service) sebagai layanan komputasi dengan kinerja tinggi, stabil, handal. Tak hanya itu, layanan ini juga merupakan layanan yang scalable. ECS akan mengeliminasi kebutuhan investasi perangkat keras awal dan akan memberikan skalabilitas sumber daya komputasi sesuai kebutuhan.

  1. PaaS (Platform as a Service)

Jika kita membutuhkan interface program dan runtime environment atau operating system untuk pengembangan aplikasi, kita dapat memilih layanan berbasis Platform as a Service. Kita tinggal mengunggah application code ke Cloud dan aplikasi akan bisa langsung digunakan. Contoh dari Platform as a Service adalah Relational Database Service dari Alibaba Cloud.

  1. SaaS (Software as a Services)

Software as a Service merupakan layanan bebentuk perangkat lunak yang berada di dalam suatu web services dimana pengguna dapat menggunakan aplikasi tanpa harus mengetahui dimana data disimpan atau bagaimana aplikasi di-maintain. Software as a Service biasanya berupa paket dengan opsi kustomisasi yang kurang fleksibel.

Salah satu keuntungan dari SaaS adalah pengguna dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis atau dengan bayar biaya sewa. Meski begitu pengguna tidak lagi harus mengeluarkan investasi untuk membangun aplikasi, konfigurasi platform dan infrastruktur. Semua fitur aplikasi terjamin oleh penyedia layanan dan kita pengguna tidak memiliki hak kendali penuh atas aplikasi.

Saat ini Operasional teknologi informasi (TI) banyak yang terbebani oleh berbagai sistem penyimpanan data, baik itu dengan cara tradisional atau cara on-premise, dalam mengakomodasi data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Hal ini tidak hanya mahal tetapi juga tidak fleksibel dalam pengelolaannya.

Seiring perkembangan teknologi yang pesat, Cloud Service adalah solusi yang semakin wajib dan lazim untuk untuk dipertimbangkan. Dengan opsi keamanan jaringan yang makin mutakhir, kita bisa mencapai kontrol yang optimal, skalabilitas terukur yang fleksibel, dan menjamin ketersediaan dalam menciptakan operasional bisnis yang dinamis.

ACS Group bersama dengan Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan public cloud dan Nutanix, vendor infrastruktur TI dengan enterprise cloud platform-nya akan siap melayani para pelanggan setia dalam implementasi Private, Public dan Hybrid Cloud yang dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan anda.

Untuk informasi lebih jelas silahkan melihat video di youtube ACS Group “Tingkatkan Bisnis dengan Cloud yang Fleksibel dan Dinamis” 

Hindari Ancaman Pencurian Data dengan Protection From SQL Injection

Dengan pesat berkembangnya teknologi yang semakin mengarah ke komputasi awan secara menyeluruh, kita juga perlu menyadari bahwa tipe-tipe ancaman juga semakin berkembang. Proses mitigasi dari semua ancaman ini sendiri dapat menjadi sangat rumit dan memakan waktu, menguras banyak resource TI yang nantinya berakibat pada terhambatnya produktivitas dalam kegiatan operasional yang seharusnya membantu kegiatan utama perusahaan.

Kita bisa lihat sekarang bahwa dengan tersedianya berbagai layanan HTML5/Wordpress yang ada, sangat memudahkan untuk pembangunan sebuah aplikasi web yang interaktif dan visualnya terlihat modern. Kita bahkan tidak perlu memiliki server sendiri untuk hosting, dimana sudah tersedia juga untuk disewa dari berbagai provider. Lebih canggihnya adalah produk/instance yang disediakan berbagai provider Cloud, dimana contohnya kita bisa memilih tipe engine database atau tipe penyimpanan apa yang paling optimal untuk kebutuhan terkini dengan opsi untuk pengembangan sedikit/besar secara hampir instan.

Segala transaksi dan pemilihan modul dapat dilakukan secara online, dan antarmuka model drag-and-drop dari konten sudah lumrah. Walaupun dengan kemudahan-kemudahan yang tersedia ini, kita perlu mewaspadai resiko-resiko yang bisa terjadi. Apakah sudah terlindung dengan benar? Perlu disadari bahwa jika kita menggunakan aplikasi SaaS pihak lain yang keseluruhan lingkup struktur backend. Apalagi jika operator kita tidak memiliki ilmu mumpuni perihal keamanan siber dan kita secara penuh bergantung pada keahlian penyedia jasa, hal ini meningkatkan resiko kelalaian yang dapat menyebabkan bobolnya data dan lebih parahnya, informasi customer.

Laporan tahunan OWAPS mengindikasikan ancaman-ancaman yang perlu kita pertimbangkan mitigasinya khususnya ketika melakukan pengembangan dari suatu aplikasi web, terutama untuk perusahaan yang memungkinkan komunikasi interaktif/semi-interaktif dengan pelanggan. Telah kita lihat sendiri dengan data kita yang harus diserahkan pada aplikasi wajib baru-baru ini, kebocoran data e-KTP sangat mengganggu ketenangan kita, para user aplikasi.

Salah satu ancaman yang perlu diperhatikan dari tipe INJECTION adalah SQL Injection. Contoh dari kejadian SQL Injection adalah pada aplikasi web yang memerlukan login menggunakan UserID-Password. Sebagai ganti dari memasukkan kombinasi yang valid,  peretas akan memasukkan command SQL yang akan “memaksa” aplikasi untuk memeriksa database terhadap entry dan pada waktu yang sama, melakukan “pengintipan” dan menjiplak database tersebut. Informasi yang didapatkan kemudian digunakan untuk bahan pemerasan, didagangkan, atau peretasan yang dapat menyebabkan perubahan konten web yang tidak semestinya.

FortiWeb secara spesifik memitigasi resiko ini, beserta ancaman-ancaman lainnya yang terkait aplikasi web. Ketika firewall pada umumnya akan memproteksi jaringan internal kita, fitur-fitur dari FortiWeb akan memproteksi server yang memuat aplikasi web, termasuk jika ada di jaringan awan. FortiWeb menyediakan WAF tingkat lanjut, Bot Mitigation, dan proteksi OpenAPI. Secara topologi, FortiWeb dapat ditempatkan dimana saja selama secara routing dapat terkoneksi dengan web server dan client (public).

Sedikit lebih jauh soal kelebihan yang membuat statusnya menjadi WAF tingkat lanjut adalah adanya machine learning terkait legitimate request, yang akan meringankan beban personel IT untuk secara manual melakukan penyesuaian / patching setiap kali legitimate request baru memasuki sistem. FortiWeb juga memiliki proteksi File Upload yang memidai data yang kita kirimkan ke public agar bebas dari malware terselubung.

Namun, karena banyaknya variasi implementasi aplikasi web tentunya tidak ada satu solusi yang bisa sepenuhnya sapu jagat dengan harga yang optimal. Hubungi kami ACS Group untuk peninjauan lebih lanjut untuk memaksimalkan pengamanan aplikasi dan data anda.